25 Mei 2019 06:38

Illegal Fishing di Perairan Sangihe, Dua Kapal Berbendera Filipina Ditangkap

MyPassion
PSDKP Tahuna berhasil melakukan penangkapan terhadap dua unit Kapal Ikan Asing yang berbendera Filipina beserta ABK-nya. (Dok PSDKP Tahuna)

SANGIHE—Penangkapan ikan di seputaran perairan Indonesia khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara kembali terjadi. Jumat (23/5), Kapal Pengawas Hiu 15 milik Stasiun Pengendalian Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Tahuna berhasil melakukan penangkapan terhadap dua unit Kapal Ikan Asing (KIA) yang berbendera Filipina beserta ABK-nya dan melakukan penertiban terhadap empat unit alat bantu penangkapan ikan berupa rumpon-rumpon milik warga asing yang dipasang di perairan Indonesia tepatnya di ZEEI Laut Sulawesi WPP 716.

Kepala Stasiun PSDKP Tahuna Johanis Rio Medea SSt Pi menjelaskan, kedua kapal nelayan Filipina tersebut beserta ABK-nya ditangkap saat sedang melakukan kegiatan atau aktivitas penangkapan ikan di seputaran perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Adapun kronologi penangkapan beber Medea, untuk FB Golden Boy dilakukan pada pagi hari yaitu pada saat mereka sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan jumlah ABK 4 orang yang merupakan warga negara Filipina. Sedangkan FB Girlan ditangkap selang 1 jam kemudian di lokasi yang sama yaitu berada di daerah perairan Indonesia. Kapal tersebut juga melakukan aktivitas yang sama dan mempunyai 5 orang ABK merupakan warga Filipina.

“Saat dilakukan pemeriksaan awal terhadap kedua kapal penangkap ikan tersebut didapati tidak memiliki dokumen perizinan untuk melakukan kegiatan perikanan di perairan Indonesia atau illegal fishing. Sementara itu di atas kapal ditemukan beberapa alat tangkap ikan jenis hand line, perahu bantu katinting, tinta umpan serta muatan beberapa ekor ikan Tuna hasil tangkapan,” ungkapnya.

Selain menangkap kapal pencuri ikan, dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan ini, pihak PSDKP kata Johanis, juga telah berhasil menertibkan empat unit alat bantu penangkapan atau rumpon ilegal yang dipasang di laut Sulawesi tanpa izin. “Berdasarkan identitas yang ada diduga kuat milik nelayan Filipina,” tambahnya.

Sesuai arahan Plt Dirjen PSDKP Dr Agus Suherman, kedua kapal pelaku ilegal fishing dan rumpon-rumpon ilegal tersebut akan diproses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan RI no 45 Thn 2009 tentang Perikanan oleh Penyidik Perikanan Stasiun PSDKP Tahuna.

“Pak Plt Dirjen juga mengatakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah komando ibu Menteri Susi Pudjiatuti terus berkomitmen untuk tegas memberantas illegal fishing oleh nelayan asing, dan laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe dan sekitarnya merupakan wilayah yang berbatasan dengan perairan negara Filipina sehingga menjadi salah satu wilayah rawan terjadinya pencurian ikan maka menjadi prioritas untuk peningkatan pengawasan,” kunci Medea. (wan)

Kirim Komentar