25 Mei 2019 08:30

2 Tahun Terakhir Meningkat di Sulut, Ancaman Narkoba Makin Berbahaya

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Penyalahgunaan Narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) meningkat dua tahun terakhir. Rinciannya 2017 ada 10 kasus, tahun kemarin ada 19 kasus ditangani Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala BNN Sulut Brigjen Pol Utomo Heru Cahyono membeberkan, untuk tahun 2019 hingga saat ini ada 6 kasus. "Secara umum penyalagunaan ini ada pada kaum remaja untuk pemakaian lem Eha-Bond. Sedangkan pemakai sabu-sabu  ada yang dewasa,” bebernya.

Cahyono menjelaskan, faktor lingkungan atau waktu luang di luar jam sekolah yang membuat para remaja ini terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang.

“Memang awalnya mereka hanya ikut-ikutan saja karena melihat teman atau kurangnya perhatian keluarga. Mereka mulai mencoba dengan merokok, terkadang alkohol hingga menghirup lem Eha-Bond," ujarnya.

"Jika ada jam-jam kosong di sekolah, isilah itu dengan hal-hal positif. Seperti ibadah, olahraga dan kesenian," sarannya.

Dia menerangkan, penggunaan obat terlarang pada remaja biasanya karena efek dari minuman keras yang membuat konsentrasi berkurang.

Sehingga apa saja yang ditawari akan diterima begitu saja. Sedangkan pada kaum dewasa, masalahnya bermacam-macam, seperti keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya.

"Rehabilitasi ada ketentuannya. Jika melapor secara sukarela dan tidak ada barang bukti, kami akan merehabilitasi. Jika tertangkap dan ada barang bukti maka akan diproses," ungkapnya.

"Untuk anak-anak kategori belum dewasa ada ketentuan penerapan hukum yang berbeda dengan kategori dewasa,” tutup Brigjen Cahyono.(lin/gnr)

Kirim Komentar