24 Mei 2019 10:40

Sebut Pelanggaran Administrasi, Eks Kadis di Minahasa Tuntut Bebas

MyPassion
Tiga terdakwa saat menjalani persidangan di PN Manado, Kamis (23/5) kemarin. (Ridel Palar)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kasus korupsi embung wasian Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa terus bergulir di Pengadilan Negeri Manado.  Kamis (23/5) kemarin sudah masuk dalam agenda tanggapan jaksa.

Dugaan korupsi ini diketahui melibatkan mantan Kadis Pertanian Kabupaten Minahasa RM alias Mambu dan dua terdakwa lainnya. Jaksa penuntut umum (JPU) Noprianto Sihombing yang juga Kasi Intel Kejari Minahasa mengatakan, tuntutan sudah sesuai prosedur.

"Kami juga dari JPU, meminta kepada majelis hakim untuk memutuskan seadil-adilnya atas perkara ini, dari tiga terdakwa ini dua diantaranya meminta duplik jawaban atas penuntut umum besok (hari ini)," ujarnya. "Sedangkan untuk putusan dari kasus ini, kemungkinan besar akan dilakukan pekan depan tinggal melihat penetapan hakim itu kapan."

Sementara itu, Berce Nelwan, Penasehat Hukum dari RM alias Mambu mengatakan, duplik dari penuntut umum tidak ada hal-hal baru. "Dan dalam materi pembelaan, kami menyatakan agar menuntut bebas. Karena menurut hemat kami itu tidak terbukti klien kami bersalah," bebernya.

"Klien kami itu melaksanakan tugas jabatan karena memang amanat undang-undang,yang secara formil itu sudah benar," paparnya.

Nelwan menambahkan, kalau terbukti kliennya bersalah, itu merupakan pelanggaran administrasi. "Kalau itu pelanggaran administrasi berarti itu bukan tindakan pidana oleh karena itu juga dalam pembelaan kami minta hakim untuk memutus ini bukan pelangaran pidana," terangnya.

Sebelumnya ketiga terdakwa ini l, RM, JT alias Tampi dan Twinpraise, kontraktor. Dituntut JPU Kejari Minahasa dengan pidana penjara masing-masing selama 5 tahun dan denda Rp 75 Juta, subsidair selama 6 bulan.

Khusus untuk terdakwa Twinpraise diwajibkan membayar uang Pengganti sebesar Rp.197.954.197,03 jika tidak dibayar pidana penjara ditambah selama 1 tahun.(tr-04/gnr)

Kirim Komentar