24 Mei 2019 11:18
Sorongan: Alat Pemeriksa Berubah Warna, Sampel Kita Teruskan Ke BPOM

Satu Ritel Modern Diduga Jual Ikan Berformalin

MyPassion
DKP Sulut melakukan sidak di sejumlah lokasi ritel modern untuk memburu ikan yang mengandung formalin, Kamis (23/5). (Balladewa/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Untuk mengamankan pangan di sektor perikanan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar serta ritel modern. Sidak ini untuk mengecek kualitas ikan serta kandungan formalin.

 

Pantauan koran ini, beberapa ritel modern seperti Freshmart, Hypermart, Pasar Bahu, Tuna House, Wisata Bahari, Multimart serta beberapa ritel lain disasar untuk dilakukan pemeriksaan. Pegawai pemeriksa dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulut dibagi dalam beberapa tim.

Terbukti, dalam sidak tersebut ada olahan ikan teri Medan serta ikan asin dari luar Sulawesi yang kedapatan di satu ritel modern di samping Bank Sulut Go, teridentifikasi mengandung formalin. Alat yang dipakai untuk mengukur kualitas dan kandungan formalin berubah warna yang menunjukkan olahan ikan tersebut mengandung formalin.

Saat dikonfirmasi, Kepala DKP Sulut Ronald Sorongan melalui Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Perikanan Welly Watung membenarkan temuan tersebut. Namun dirinya belum bisa memastikan 100 persen apakah mengandung formalin secara intensif atau kandungan lain.

"Jadi kita itu membagi pegawai pemeriksaan dalam beberapa tim. Dan yang menjadi tugas tim kita seperti Freshmart, Hypermart, Tuna House, Wisata Bahari semua aman dari kandungan formalin. Tidak ada alat kita yang berubah warna. Namun memang dari koordinasi kita, tim yang satunya lagi menemukan ada olahan ikan teri di salah satu ritel modern yang kita duga mengandung formalin. Karena alat pemeriksa berubah warna ke indentifikasi mengandung formalin. Namun kita belum bisa memastikan 100 persen. Karena kita harus periksa lagi. Ada sampel yang kita ambil, untuk diteruskan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado. Jika ada hasil resmi, maka akan kita tindaki," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PRL dan PSDKP Christy Saruan mengatakan, sidag tersebut merupakan kegiatan rutin untuk menjamin kebutuhan pangan khususnya sektor perikanan. Pihaknya juga menyasar sejumlah ritel yang memang ramai dikunjungi dan jadi pusat perbelanjaan. Agar ikan yang dibeli dan dikonsumsi tetap sehat jauh dari zat adiktif lainnya seperti formalin dan bahan pengawet berbahaya.

"Ini merupakan kegiatan rutin dalam menjaga hari raya keagamaan agar konsumsi perikanan tetap sehat. Karena memang jangan sampai ada kecurangan dengan mengambil keuntungan sehingga ada zat-zat adiktif berbahaya yang dicampur dalam ikan. Itu kita periksa, secara ketat. Semua ritel modern yang ramai serta pasar-pasar. Kalau memang ada yang kita dapatkan, tentu akan langsung kita amankan dan periksa lebih lanjut. Sidak ini juga akan terus kita lakukan, agar jaminan keamanan sektor perikanan tetap terjaga," kuncinya. (tr-02/can)

Kirim Komentar