24 Mei 2019 11:20

Penangkaran Lele Sangkuriang di Kotamobagu Kecipratan Bantuan

MyPassion
Lele jenis Sangkuriang dengan sistem bioflog dikelola oleh kelompok UPR Syari'ah.(Claudia/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Penangkaran ikan lele jenis sangkuriang dengan sistem bioflog yang dikelola kelompok UPR Syari'ah, di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, mendapat dukungan penuh pemerintah.

Lurah Motoboi Kecil Suryono Daud mengatakan, bantuan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan kepada Pemerintah Kotamobagu, yang disalurkan kepada UPR Syari'ah adalah bentuk dukungan dari pemerintah kota terhadap usaha masyarakat.

"Memang sebelumnya, penangkaran ikan lele sangkuriang telah dilakukan oleh UPR Syari'ah. Ini yang dilihat oleh pemerintah, dan didorong lewat bantuan. Sebagai bentuk pemberdayaan usaha terhadap masyarakat," ungkapnya.

Menurut dia, tak hanya itu, pemerintah juga memperhatikan akses jalan menuju ke tempat penangkaran ikan. "Bahkan, waktu itu saya pernah menemani Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memantau langsung, serta mengukur jalan yang rencananya akan dibuat sebagai akses utama menuju penangkaran. Kalau tidak salah akan langsung diberi nama, Jalan Cafe Bagus," jelasnya.

Dia berharap, dengan pengembangan pemberdayaan ini, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta menyerap tenaga kerja. "Dengan  berkembangnya ini, tentunya bisa menekan angka pengangguran, serta bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya tidak bisa menampik jika ini bisa berefek positif," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Kelompok UPR Syari'ah Rahmat mengatakan, penangkaran ikan ini memiliki peluang yang bagus di dunia usaha.

"Sangkuriang ini, adalah satu-satunya di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Sehingga sangat berpeluang di dunia bisnis, apalagi dengan menggunakan sistem bioflog, kita bisa sangat menghemat lahan," jelasnya.

Menurut dia, keunggulan jenis sangkuriang juga menjadikannya memiliki nilai ekonomi yang bagus. "Harga jualnya Rp 30.000 perkilogramnya, dengan jumlah 5-6 ekor. Sekali panen bisa mencapai 3 ton, atau 700 ratus kilogram,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, ini sangat bagus karena selain tidak menyengat, lele sangkuriang memiliki tekstur daging yang empuk, tinggi protein, memiliki kandungan omega 9. “Apalagi, semua pasar lokal BMR menjadikan UPR Syari'ah sebagai tujuan satu-satunya. Bahkan diketahui, Kementerian Perikanan dan Kelautan, memberikan bantuan 10 unit bak kolam dan 26.000 bibit Lele Sangkuriang, pada UPR Syari'ah," tandasnya.(tr-06/ite)

Kirim Komentar