24 Mei 2019 09:34

Mekanisme Pasar, Bisa Dongkrak Harga Cengkih

MyPassion
Ilustrasi.

MANADOPOSTONLINE.COM—Kurang lebih satu dekade harga jual cengkih Sulut, tak kunjung memberikan andil signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petaninya. Masih minimnya penetrasi pemerintah dalam hal mekanisme pasar komoditas unggulan ini. Jadi penyebab kenapa harga ideal ‘emas cokelat’ ini tak kunjung dicapai.

“Ini harusnya menjadi perhatian bersama kita, peran TPID bisa juga hadir di sini. Mendokumentasikan infrastruktur pasar di Sulut, terus mekanisme pasarnya untuk tiap produk bagaimana?. Misalnya cengkih, kapasitas produksinya berapa?, prosesnya ada kendala tidak?, apa upaya kita untuk meningkatkan kualitas produk ini.

Ada hilirisasi juga, jangan hanya fokus jual cengkih saja. Ada pabrik pendukungnya tidak?, kalau bisa dari 3 turunan buah cengkih. Kita push lagi bisa sampai 6-9 produk turunan, sehingga produk yang diserap pengecer besar atau importir bisa meningkat harga jualnya,” terang Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyatakan kurangnya pengepul besar, seperti yang terjadi saat tahun 1998 lalu. Jadi penyebab, lambannya perbaikan harga cengkih Sulut.

“Karena apa? Mereka yang dulu beli cengkih ratusan ton, belum dikenakan pajak seketat sekarang. Coba aja, ada pengusaha yang membeli volume besar sekarang. Pasti hitung-hitungan dia dengan beban pajaknya nanti, ini masalahnya,” ucap Olly.

Meski begitu, pihaknya bukan tanpa usaha, sejumlah inisiasi serta lobi perdagangan antar negara siap dilakukan dalam waktu dekat.

“Rencananya kan, di Bulan Juni nanti kita akan tambah ekspor kelapa utuh ke Filipina via Kapal Roro. Sekaligus mencari pembeli cengkih kita di sana, semoga ada kabar baik nantinya,” pungkas OD sapaan akrabnya.

Diketahui, harga jual cengkih di Manado, saat ini tak lebih dari Rp.85.000-90.000 per kilogramnya. Turun jauh jika dibandingkan dengan periode 1998 lalu.  (jul) 

Kirim Komentar