23 Mei 2019 09:53

Kader Banteng Siap Rebut Kota Tomohon

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—PDI Perjuangan makin siap menatap Pilkada serentak 2020. Akan diikuti tujuh kabupaten/kota dan pemilihan gubernur. Di Kota Tomohon sejumlah nama mencuat. Baik internal partai maupun eksternal.

Di internal ada beberapa nama kandidat kuat. Mulai dari Vonny Paat, Johny Runtuwene, Rita Tamuntuan, hingga Melisa Gerungan. PDI Perjuangan melalui Wakil Ketua BP-Pemilu Sulut Lucky Senduk menyatakan, Tomohon jadi target utama tahun ini.

Mengakuisisi seluruh kabupaten-kota di Sulut, lebih-lebih ancaman NasDem yang makin digdaya di Sulut. Nama-nama yang mencuat ini masing-masing punya basis masa dan track record bagus. Dengan elektabilitas yang tak bisa diragukan.

Misalnya Paat. Dia pernah menjadi Ketua DPRD Tomohon. Sudah dua periode terpilih sebagai anggota DPRD provinsi. Memang 2015 lalu gagal bersama Runtuwene di pilwako. Namun bukan berarti Paat serta Runtuwene dipandang sebelah mata.

Keduanya sukses menjadi wakil rakyat melalui pileg 2019 ini.Selanjutnya ada dua nama baru. Melisa Gerungan dan Rita Tamuntuan. Di Pileg baru-baru, Gerungan tampil gemilang.

Sebagai pendatang baru, dirinya berhasil merebut simpati masyarakat. Kemudian Rita Tamuntuan. Ketua TP PKK Sulut ini punya peluang besar. Dirinya digaungkan sebagai salah satu kandidat kuat. Karena berdarah asli Tomohon.

“Tentu kita memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi semua calon, baik internal maupun di luar partai.  Dan kewenangan untuk memutuskan siapa yang mendapat mandat, pastinya dari DPP. Tomohon siap kita rebut,” sebut Senduk.

Pengamat politik Charles Tangkau mengatakan, Pilwako Tomohon jelas masih jadi milik dua partai paling kompeten di Kota Bunga.

“Golkar dan PDI-P. Kedua partai ini jelas memiliki peluang mengusung jagoannya. Tapi, bukan berarti partai lain tak punya pengaruh. Sebagai doping kekuatan dan pelengkap, tentunya ada kepentingan bersama di dalam nantinya. Toh, kita juga belum bisa menyebut berapa persentase mereka (partai lain, red),” ungkap Tangkau.

Lanjut dia, Golkar secara keseluruhan memiliki keunggulan baik dari sisi besaran kekuatan dan figur yang dinilai disenangi pemilih.

“Karena pemilih Tomohon tipikal rasional, figur ketokohan dan punya pengaruh itu masih kental. Sementara swing voters, termasuk yang golput kemarin kalau dihitung  tak lewat 20 persen. Ibaratnya, Golkar 40 persen dan PDI-P 30 persen,” paparnya.

Dikatakan Tangkau lagi, partai-partai telah memiliki dasar hitungan plus calon koalisinya nanti. Sifat politik yang cair dan dinamis, membuat pergerakan pemilihan calon penguasa baru Tomohon fleksibel.

“Misalnya, jika PDI-P dan Golkar percaya diri dengan kekuatan internal. Tidak menggandeng kalangan profesional atau pengusaha. Berarti harus siap dengan cost Pemilu nantinya,” ulasnya lagi.(gel)

Kirim Komentar