22 Mei 2019 09:48

Semester II, Kita Genjot Ekspor Kelapa Sulut

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah Sulut benar-benar menjadikan komoditas kelapanya sebagai motor utama pendatang devisa. Ya, jika menilik realisasi ekspor Sulut Bulan April lalu, nilai ekspor non-migas Nyiur Melambai tercatat sebesar US$ 55,97 juta sementara impornya senilai US$ 3,97 juta.

Lagi-lagi, komoditas turunan dari olahan kelapa jadi penyumbang utama. US$ 20,69 juta atau 36,97% dari total ekspor berhasil disumbangkan minyak hewan dan nabati. Memaksimalkan capaian ini, sekaligus secara bertahap memperbaiki harga kelapa dan kopra Sulut.

 Dikatakan Gubenur Sulawesi Utara Olly Dondokambey siap menambah pasokan kelapa ke Filipina, via kapal kargo atau Roro rute Davao—General Santos—dan Bitung, yang diperkirakan kembali berlayar paruh kedua tahun ini.

“ Kita urus izin untuk ekspor kelapa utuh dulu, jadi para petani atau produsen   tak perlu lagi diolah menjadi kopra lagi. Dan ini akan lebih menguntungkan para petani kelapa. Saya saja tertarik, mau kirim juga nanti,” ungkap OD sapaan akrabnya, di sela pelaksanaan High Level Meeting TPID Sulut, di Ruang Rapat Kantor Perwakilan BI Sulut, baru-baru ini.

 “Kalau sekarang kan, petani perlu 5-6 biji kelapa untuk sekilo kopra. Nah, nantinya ada pengusaha di Filipina yang siap membayar Rp.2000 per butir. Coba kalau mereka minta 100 ton, bisa lebih untung kan petani kita. Teknis benefitnya seperti apa, itu yang masih kita kejar lagi. Tapi yang penting di sini, ada perbaikan harga untuk petani kelapa kita,” tambahnya lagi.

Diakuinya, Sulut perlu hilirisasi industri guna memaksimalkan komoditas utama ini, ketersediaan pabrik pengolah yang ada saat ini tak lebih dari 5 turunan saja.

Sementara di luar negeri, satu kelapa bisa diolah dan dimaksimalkan menjadi 10 turunan bahkan lebih. Tentunya, memberikan insentif lebih bagi pelaku usaha dan tentunya petani.

 “Misalnya, di Filipina produk kelapa diolah sampai 12 turunan ke bawah. Tempurung dipakai, hampir semua bagian kelapa dipakai. Maka dari itu, untuk kelapa sudah ada solusi pasarnya untuk genjot ekspor,” katanya.

“Tinggal menunggu jawaban pelaku usaha, mintanya berapa? Prinsipnya berapa pun itu kita siap sediakan,” tutupnya. (jul)

Kirim Komentar