20 Mei 2019 12:20
Bupati: APMS Banyak Alasan

Realisasi BBM Satu Harga di Sitaro Dipertanyakan

MyPassion
Evangelian Sasingen

MANADOPOSTONLINE.COM—Realisasi program Presiden Jokowi, lebih khususnya BBM Satu Harga se-Indonesia. Nampaknya ,tak terwujud optimal di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Pasalnya, hingga saat ini, warga Bumi Karamando, belum merasakan sepenuhnya dampak program BBM Satu Harga. Sebab, sekarang khususnya di Pulau Siau hanya memiliki satu SPBU.

Itu pun tak kunjung difungsikan. Di sisi lain, kuota BBM subsidi utamanya Premium, maupun non-subsidi seperti  Pertalite. Terpantau banyak di jual untuk pedagang dan kendaraan plat merah hingga membuat stok habis. Hasilnya, masyarakat nyaris tidak dapat menikmati BBM bersubsidi dengan harga normal.

Sejumlah warga mengakui, meski telah mengeluh kepada pemerintah. Namun hal ini dirasa sia-sia. "Jelas kalau dihitung sejak kami lahir hingga sekarang tidak pernah merasakan beli BBM secara normal. Yakni, Rp 7.000 untuk Premium dan 7.650 untuk Pertalite, meski kerap berkoar-koar ke pemerintah. Tapi kepentingan kami, tak kunjung diperjuangkan," beber warga yang enggan memberikan identitasnya.

Mereka pun menuntut keseriusan dari pemerintah daerah. "Sebab sejak bupati terpilih pertama hingga saat ini, kami tak merasakan perubahan untuk harga BBM. Kami berharap instansi terkait bisa melihat kondisi kami juga," tambah warga lainnya.

Sementara itu, pemerintah daerah di tiap kesempatan, terus menegaskan akan memperjuangkan program BBM Satu Harga. Bupati Sitaro Evangelian Sasingen dalam pemantauan APMS beberapa waktu lalu, memberikan surat teguran kepada pihak APMS untuk segera mengoperasikan SPBU di Siau. "Mereka selalu beralasan nozzle BBM itu sementara di uji di Makasar, namun hingga sekarang tak kunjung selesai. Berbagai upaya terus kita lakukan salah satunya dengan menyurat ke Pertamina untuk meninjau kembali Agen Penjual Minyak Subsidi di Sitaro," terangnya. (drp/jul)

Kirim Komentar