20 Mei 2019 09:52

Penyalagunaan Narkoba di Sulut Meningkat

MyPassion
Utomo Heru Cahyono

MANADOPOSTONLINE.COM - Penyalahgunaan Narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) meningkat di dua tahun terakhir. Pada tahun 2017 ada 10 kasus dan di tahun 2018 ada 19 kasus yang ditangani Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut.

Kepala BNN Sulut Kombes Pol Drs Utomo Heru Cahyono mengatakan penyalahgunaan narkoba  tahun 2017 ada 10 kasus, kemudian tahun 2018 ada 19 kasus. Untuk tahun 2019 hingga saat ini ada 6 kasus, Senin (20/5). "Secara umum penyalagunaan ini ada pada kaum remaja untuk pemakaian lem ehabond sedangkan pemakai sabu-sabu  ada yang dewasa," terangnya.

Cahyono menjelaskan faktor lingkungan atau waktu luang diluar jam sekolah yang membuat para remaja ini terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. "Memang awalnya mereka hanya ikut-ikutan saja karena melihat teman atau kurangnya perhatian keluarga. Mereka mulai mencoba dengan merokok, terkadang alkohol hingga menghirup lem ehabon," ujarnya.

"Jika ada jam-jam kosong di sekolah, isilah itu dengan hal-hal positif. Seperti ibadah, olaraga dan kesenian," sarannya.
Dia menerangkan, pengunaan obat terlarang pada remaja biasanya karena efek dari minuman keras yang membuat konsentrasi berkurang. Sehingga apa saja yang ditawari akan diterima begitu saja.

Lanjutnya, sedangkan pada kaum dewasa. Masalahnya bermacam-macam, seperti keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya.

"Rehabilitasi ada ketentuannya. Jika melapor secara sukarela dan tidak ada barang bukti, kami akan merehabilitasi. Jika tertangkap dan ada barang bukti maka akan diproses," ungkapnya. "Untuk anak-anak kategori belum dewasa ada ketentuan penerapan hukum yang berbeda dengan kategori dewasa," tukasnya. (lin)

Kirim Komentar