20 Mei 2019 09:40

GMIM Ketambahan Satu Wilayah

MyPassion
Ketua BPMS GMIM Hein Arina bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Ketua BPMW Manado Malalayang Timur Eduard Arina dan Ketua BPMW Manado Malalayang Freeke Umboh Winerungan ketika mengikuti ibadah pemekaran wilayah.

MANADOPOSTONLINE.COM--Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) resmi ketambahan satu wilayah pelayanan lagi. Setelah dimekarkannya Wilayah Manado Malalayang menjadi Wilayah Manado Malalayang Timur, Minggu (19/5) kemarin, di Jemaat GMIM Nafiri Malalayang.

Ibadah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt MTh. Dalam khotbahnya, Arina mengatakan, dirinya sangat senang karena GMIM menjadi gereja yang sehat, bertumbuh, berkembang secara konprehensif, berkualitas maupun dewasa dalam pengelolaan dan menata gereja Tuhan yang lebih baik.

"Bacaan kali ini menggambarkan bagaimana Paulus sukses, bahkan dia dikenal sebagai seorang Rasul yang paling sukses dalam Perjanjian Baru (PB). Paulus boleh sukses karena dia sungguh-sungguh bekerja dalam bimbingan dan tuntunan roh kudus," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, Paulus dikenal sangat pinter, tapi dalam gereja mula-mula Paulus mampu mengatur dan berhasil. Hal itu karena Paulus memiliki kerendahan hati yang luar biasa. “Sebagai pemimpin atau pelayan Tuhan, tentu juga harus mampu mengorbankan diri dan memiliki kerendahan hati dan yang paling penting adalah membaca Alkitab,” ujarnya.

 "Karena, apapun pergumulan bahkan tantangan hidup yang kita hadapi, ketika kita membaca Alkitab serta berdoa maka kita akan mendapatkan hikmat yang luar biasa seperti Paulus," sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, fungsi pemekaran wilayah dari Wilayah Malalayang yang kemudian bertambah Wilayah Malalayang Timur, bukan sekedar menambah wilayah pelayanan yang baru, tapi semata-mata untuk mempermuda pelayanan agar lebih kuat dan berhasil.

Dia juga mengungkapkan, Sulut terus dipilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan, baik nasional maupun internasional, yang tentunya menambah kunjungan orang ke daerah kita dan secara otomatis dapat meningkatkan perekonomian yang ada di Sulut. 

"Hal tidak lepas dari peran semua umat beragama serta para tokoh agama yang terus bersatu, menjaga keamanan dan kedamaian, yang menjadi penilaian tersendiri bagi pihak luar," ungkapnya, usai menandatangani prasasti peresmian Wilayah Manado Malalayang Timur.

Sementara itu, Ketua BPMW Manado Malalayang Timur yang baru saja dilantik Pdt Eduard Arina MTh mengatakan, pihaknya merasa bersyukur kepada Tuhan karena rangkaian kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

 "Semoga dengan dimekarkannya Wilayah Manado Malalayang Timur ini dapat benar-benar berguna dalam mempermudah pelayanan untuk jemaat, tetapi juga untuk kemuliaan nama Tuhan," tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, dirangkaikan dengan pelantikan Pdt Eduard Arina MTh sebagai Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Manado Malalayang Timur dan serah terima pelayanan Ketua BPMW Manado Malalayang dari Pdt Nouvly Pua MTh kepada Pdt Freeke Umboh Winerungan STh.

Diketahui, Jemaat-jemaat GMIM yang ada di Wilayah Manado Malayang yaitu, Sion Malalayang, Lahai Roy Malalayang, Kalvari Malalayang, Bukit Hermon Malalayang, Sumber Berkat Malalayang, Bukit Zaitun Malalayang.

Sedangkan Jemaat-jemaat yang ada di Wilayah Manado Malalayang Timur yaitu, Nafiri Malalayang, Bukit Moria Malalayang, Tabur Kasih Malalayang, Karunia Sea dan Kasih Karunia Sea.(tr-07/ite)

Kirim Komentar