20 Mei 2019 12:23

12 Tahun, 5 Desa di Sitaro `Nikmati` ML

MyPassion
John Palandung bersama jajaran Pemkab Sitaro saat menyambangi Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.(Humas Pemkab)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kabupaten Kepulauan Sitaro, sebentar lagi membilang usia ke-12 tahun. Meski begitu, masih banyak 'PR', yang perlu diperhatikan pemerintah.  Baik dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, pelayanan kesehatan serta pemerataan pembangunan. Di era kekinian seperti sekarang. Nyatanya, masih ada lima desa di Bumi Karamando yang belum terjamah listrik, seperti di Pahepa, Buhias, Pumpente, Laingpatehi dan Tapile.

 

Masyarakat Desa Pumpente mengungkapkan, dalam tiap kesempatan baik mantan bupati, maupun bupati terpilih, terus menjanjikan untuk menyediakan pasokan listrik di kampung mereka. "Namun janji tinggal janji, saat terpilih kedua kalinya, mungkin beliau lupa kalau di sini ada masyarakat. Janji ketiga juga waktu Pilkada Tahun 2018 silam. Seluruh calon termasuk bupati terpilih menjanjikan untuk secepatnya mengatasi permasalahan ini.  Tapi kondisinya tetap sama, kita tetap ‘mati lampu’ dari tahun ke tahun," keluh warga Kampung Pumpente

 

Lebih tragis lagi Desa Buhias. Pasalnya sebagai Pulau yang paling dekat dengan Siau, mereka sepertinya tak dianggap. "Sebab kami hanya sebatas melihat kerlap-kerlip lampu dari kota. Tentu, ini makin membuat kami semakin merasa tertinggal. Di kampung ini, listrik hanya dapat dinikmati segelintir orang yang memiliki mesin pembangkit. Janji Pilkada hanya pemanis belaka, karena sudah tiga era dipegang oleh bupati yang notabenenya satu garis komando tidak memberikan dampak yang signifikan. Pastinya peringatan HUT ke - 12 ini, tetap terasa hambar tanpa perubahan berarti," ujar warga Buhias yang enggan namanya dikorankan

Sementara itu, Wakil Bupati John Palandung menyatakan, pihaknya terus berupaya untuk merealisasikan keinginan warga tersebut. Diantaranya dengan melakukan audiensi dengan Kementerian ESDM, agar pelayanan listrik di Sitaro, utamanya di lima daerah yakni Pahepa, Buhias, Pumpente, Laingpatehi dan Tapile dapat terwujud.

Pada kesempatan tersebut, Palandung berharap agar pihak PLN segera merealisasikan pelayanan yang optimal di Sitaro. Sehingga mendorong para investor masuk. Sayangnya, dalam kunjungan tersebut Kementerian ESDM belum memberikan jawaban pasti.

“Karena harus diakui butuh proses memang dan pengkajian. Serta wajib mendapat persetujuan direksi, setelah mengevaluasi kebutuhan listrik yang ada,” ujar Palandung. (drp/jul)

Kirim Komentar