18 Mei 2019 09:51

Lakalantas Renggut Nyawa Mahasiswa Tingkat Akhir

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COMPeristiwa kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi. Kali ini merenggut nyawa salah satu mahasiswi Politeknik Nusa Utara (Polnustar) Sangihe, yaitu Cindy Elias (20), yang merupakan mahasiswi tingkat akhir Program Studi Keperawatan. Peristiwa naas itu terjadi pada Rabu, (15/5) malam.

 

Kasatlantas Polres Kepulauan Sangihe Iptu Awaludin Puhi membeberkan kronologis kejadian. Katanya kendaraan roda dua jenis Honda Tiger hitam dengan DB 5299 GF, yang dikendarai lelaki inisial JF (36) melaju dengan kecepatan tinggi dan keluar dari lajurnya kemudian menabrak bagian depan kendaraan yang dikendarai korban.

“Korban terpental ke kanan dan jatuh ke aspal sehingga mengalami luka robek di dada sebelah kanan, luka robek di telapak kaki kanan, luka lecet bagian betis patah tulang tangan kanan, dan tidak sadarkan diri,” ujar Puhi.

Akibat kecelakaan ini, Jumat (17/5) kemarin mahasiswi aemester akhir tersebut menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna.

“Yang bersangkutan itu sudah pasti ada dalam rencana wisuda pada bulan Agustus atau September. Cuma karena kejadian ini menimpanya, akhirnya pupus harapan orang tua. Dan ini yang kami sangat sesalkan, akibatnya karena lakalantas yang terjadi, bahkan miris sekali kalau kita dengar dari cerita beberapa orang bahwa ternyata itu hasil kebut-kebutan di jalan yang dilakukan pengendara motor,” ungkap Direktur Polnustar Prof Dr Ir Frans Gruber Ijong MSc.

Saat dikonformasi harian ini, salah satu pengurus STIC dr Steven Paparang meluruskan kejadian yang sebenarnya terjadi. Dokter tersebut yang memberikan pertolongan pertama kepada korban. Dirinya membantah pemberitaan yang mengatakan bahwa pengendara yang bermotor Tiger yang dimaksud adalah bagian dari STIC.

“Kebetulan pada waktu itu, saya memakai kemeja member STIC. JS bukan, dia sahabat saya, dia perawat saya, dan staf saya dulu. Waktu itu dia mampir kepada kami memanggil juga ke rumah duka, kebetulan kami juga punya utang budi ke JS, karena dia membawa bro Dade untuk di rawat di Manado,” terang Paparang.(wan/gnr)

Kirim Komentar