17 Mei 2019 15:26
Tambah 1.200 CRM se-Indonesia

Totalitas Garap E-Banking, BRI Kucur 800 M

MyPassion
Osbal Saragi dan jajaran Pemimpin BRI Kanwil Manado memberikan santunan kepada pengurus masjid dan anak yatim. (Grady MP)

MANADOPOSTONLINE.COM--Kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi merangsek semua lini dalam kehidupan bermasyarakat. Pun dengan layanan jasa keuangan, tak terkecuali ikut terdampak. Kecenderungan masyarakat yang lebih mengutamakan kecepatan dan kenyamanan. Jadi pilihan utama di zaman milenial seperti sekarang. Melihat realita tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) pun bergerak cepat. Mengubah moda layanannya, dari pola konvensional ke digital.  

 

“Secara bertahap, satu poin yang tengah kita seriusi sekarang yakni, memperkuat digital banking. Sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang berubah. Orang sekarang tidak senang lagi bertransaksi konvensional sekarang pakai gadget sukanya,” ungkap Direktur Jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragi, di sela pelaksanaan iven Berbagi Bahagia Bersama BRI 1440 H/2019, di Ballroom Four Points by Manado Hotel, Kamis (16/5) kemarin.

Guna menuju cita-cita tersebut, tak tangung-tanggung. Pihaknya siap merogoh budget sebesar Rp.800 Miliar. Pun dengan gerai layanan kekinian BRI, diberi target harian. Mencari titik ideal dengan acuan rata-rata transaksi, jadi patokan penambahan unit nantinya.

“Misalnya, tiap kita bangun konsep digital untuk EDC, per harinya kita analisa semua titiknya. Idealnya, harus 187 transaksi per hari. Jika kurang berarti kita switch atau tambah ke zona yang dirasa masih kurang. Begitu juga dengan mesin tarik-setor tunai (CRM) kita.

Diupayakan, tahun ini kita bisa nambah 1.200 CRM lagi, jadi masyarakat nggak terpaku hanya ke  ATM  saja. Nah, bagaimana dengan mesin ATM yang nantinya, punya potensi untuk dipindahkan? Simple, nantinya kita drop ke daerah yang lebih membutuhkan. Profitnya jalan, semangat meningkatkan inklusi keuangan bisa sekalian juga kan,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Manado Agung Sulistijo tak menampik penambahan sarana digital banking tersebut. Makin menggerus keberadaan pekerjanya secara tidak langsung. Ya, layanan yang diberikan manusia, sepertinya cepat atau lambat bakal digantikan mesin nantinya.

“Benar, tapi yang terpenting di sini, efisiensi tenaga ini sejalan dengan peningkatan kualitas dan kapasitas yang dibutuhkan. Bagaimanapun juga kan masih ada, hal-hal teknis lainnya yang tidak bisa digantikan manusia,” sebut Sulistijo.

Dirinya berharap, dengan ekspansi penyediaan layanan tersebut. Peningkatan service di bidang jasa keuangan bisa selaras. Memberikan solusi atas permasalahan pembiayaan, tentunya jadi tujuan utama korporasi.

“Apalagi segmen kita kan banyak ke sektor riil. Dan sudah menjadi tugas kita, untuk turut membangun negeri, lewat semua produk yang kita miliki. Kiranya, dengan berbagai inisiasi ini dapat membawa dampak bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan Sulawesi Utara khususnya,” tutup dia. (jul)

Kirim Komentar