17 Mei 2019 17:04

Toga-Tomas Minsel Tolak Aksi People Power

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) di Minsel secara kompak dan gamblang menolak gerakan people power. Seperti yang serukan di Kecamatan Sinonsayang, toga sekaligus tomas Desa Durian, Harun Potabuga menyampaikan penolakannya pada aksi people power yang dinilai mampu memecah persatuan dan kebersamaan Indonesia.

 

“Marilah kita jangan terpancing dengan gerakan people power, kita tolak gerakan people power yang dapat menyebabkan perpecahan, dan marilah kita sama-sama menghargai dan menghormati KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2019 karena pemilu telah berjalan dengan baik, aman dan lancar," ungkap Potabuga.

Senada disampaikan Imam Masjid An-Nur di Desa Boyong Pante Imam Jufri. Dia menolak keras aksi tersebut. “Kami menolak tempat ibadah dijadikan tempat untuk politik praktis, kami menolak tokoh agama dijadikan alat politik praktis. Mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan bangsa, kami mendukung pelaksanaan pemilu 2019 yang damai dan sejuk dan mendukung KPU sebagai penyelenggara Pemilu sesuai dengan undang-undang," tukasnya.

Hal serupa juga disampaikan para toga dan tomas di Kecamatan Tumpaan. Imam masjid Abdurahman Bin Auf di Desa Tumpaan Baru Hamka Harun mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi. "Kami mengajak seluruh masyarakat Minsel untuk menolak gerakan massa ini. Karena selain memecah belah, kerugiannya juga kita yang akan rasakan kedepannya. Jadi marilah kita serahkan semuanya pada penyelenggara pemilu yang telah bekerja dengan baik dan tuntas," ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Gembala Royke Lumintang. Ia mengimbau masyarakat Minsel khususnya warga gereja agar tidak terprovokasi dengan segala isu-isu yang dikaitkan dengan Pemilu dan menolak gerakan people power. "Mengimbau apabila ingin menuntut kebenaran pada 17 April 2019 sebaiknya menempuh dengan cara yang konstitusional sehingga tidak melanggar undang-undang," pungkas Lumintang.(rgm/gnr)

Kirim Komentar