17 Mei 2019 09:03

MASKAPAI DIULTIMATUM, ESOK WAJIB TERAPKAN TARIF BARU

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemerintah menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat. Atas dasar itu, Menteri Perhubungan (Menhub) mengeluarkan Keputusan Menteri Nomor 106 Tahun 2019 yang berisi ketentuan tarif yang baru dan telah ditandatangani per 15 Mei 2019.

 

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti, mengatakan dengan ditandatanganinya KM tersebut, maka paling lambat maskapai menurunkan harga tiket pada 18 Mei 2019.

“Sanksinya jika tidak melaksanakan ada peringatan, pembekuan, pencabutan, dan terakhir denda administrasi,” kata Polana di kantornya, Kamis (16/5).

Tak pelak Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi ini, mewajibkan seluruh maskapai untuk menurunkan harga tiketnya.

Dikatakan Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari. Sepertinya, pemerintah kurang serius menggarap sektor pariwisata nasional. Kecenderungan mendatangkan wisatawan mancanegara, itupun selang beberapa tahun terakhir tak capai dari target. Seolah mempertanyakan, ke mana sebenarnya arah dukungan eksekutif.

“Yang diseriusi itu hanya wisatawan mancanegara, misalnya kalau di Manado kan lagi gencar yang dari Tiongkok kan. Coba dihitung dengan wisnus, kita lihat siapa yang paling banyak spent uang. Apakah ada research sebelumnya, kalau wisman itu jor-joran kalau belanja?. Katanya mau memperhatikan pariwisata. Lah, kok keberpihakan ke penumpang atau wisnusnya masih begini, belum optimal,” kritik dia.

Lanjut Pengamat Kebijakan Pariwisata ini, dengan kondisi tersebut, pemerintah juga dinilai kurang optimal memaksimalkan spot-spot wisata di Indonesia. Keunikan dan rasa otentik yang harusnya dimiliki tiap daerah, tak dirasakan pihaknya.

“Yang ada itu, hanya, mohon maaf copy paste, tapi sense unique dan authentic-nya kurang maksimal. Orang itu, mau lokal maupun internasional pasti kalau mau travelling, pasti cari sesuatu yang tidak bisa didapatkan di Paris, Jepang, atau Hawaii. Nah, kita (Indonesia, red) adanya hanya menciptakan duplikat Bali saja.

Sekalipun mahal, berbelit cara masuknya. Kalau wisatawan sudah ngebet mau travelling, misalnya ke Bunaken. Pasti dia cari cara apapun untuk ke Bunaken,” ulasnya lagi, sembari menambahkan pemerintah harusnya bisa lebih punya power dalam menentukan tarif dan aturan yang berdampak langsung pada pengembangan pariwisata di Indonesia.

12
Kirim Komentar