17 Mei 2019 15:05

Dinkes Boltim Tekan Masalah Stunting

MyPassion
Dinkes terus berkomitmen mencegah masalah Stunting di Boltim.(Dok Pribadi)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim terus berkomitmen untuk menekan masalah stunting. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim Eko Marsidi menjelaskan, stunting bisa berakibat buruk pada pertumbuhan anak usia dini.

Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak bagi individu tetapi juga negara. "Resiko stunting bisa mengakibatkan penyakit degeneratif, yang bisa membuat kemampuan kognitif menurun, daya tangkap berkurang, kecerdasan melemah, mudah sakit, fungsi tubuh tidak seimbang, postur tubuh rendah dan penampilan kurang menarik," jelasnya.

Sedangkan, lanjutnya, dampak stunting bagi negara adalah dapat menurunkan kesehatan dan produktivitas kerja seseorang sehingga akan berpengaruh pada pendapatan ketika dewasa. “Otomatis akan mempengaruhi pendapatan bruto negara sehingga akan membuat negara rugi triliunan rupiah,” jelasnya.

Eks Kabag Humas itu pun menyebutkan, beberapa cara untuk mencegah stunting. Diantaranya pemberian tablet bagi remaja putri usia 12-18 tahun. Pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, rutin melakukan pemantauan pertumbuhan anak terutama di posyandu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta pemberian tablet fe bagi remaja putri 12-8 tahun. "Jika itu rutin dilakukan, Insya Allah stunting bisa dicegah," yakinnya.

Diketahui, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh buruknya asupan gizi anak dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan kondisi gagal tumbuh (failure thrive) pada anak, yang mengakibatkan tinggi atau panjang anak tidak sesuai dengan umur.(tr-01/ite)

Kirim Komentar