16 Mei 2019 13:56

Listrik Terlalu Sering Padam, Warga Sangihe Layangkan Keluhan

MyPassion
Grafis.(Dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Masyarakat Sangihe mengeluhkan pemadaman listrik. Ini tergambar di beberapa akun media sosial.

 

Terbaru pemadaman listrik di Kampung Dalokaweng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara. Manager Humas PLN UP3 Tahuna Akbar Akili dan Manager Pemeliharaan Jaringan Marthen Salmon angkat bicara. Khususnya pemadaman di bulan April-Mei.

Manager Pemeliharaan Jaringan menjabarkan secara teknis tentang jaringan listrik di tiap wilayah.

Dimana, sistem kelistrikan Sangihe interkoneksi dan jenis pemadaman listrik terdiri dari dua jenis. Pemadaman terencana dan tidak terencana.

“Kalau yang terencana, pemadaman bersifat pemeliharaan. Mulai mesin sampai jaringan listrik, pembersihan jaringan, penggantian oli dan onderdil mesin,” papar Salmon.

Akibat pemeliharaan ini, listrik harus dipadamkan. Sedangkan yang tidak terencana, gangguan akibat faktor eksternal. Yaitu bencana alam, binatang, layang-layang/umbul-umbul dan pohon. “Selain itu, ada dari faktor internal, yaitu kerusakan konstruksi jaringan (tiang, penghantar, isolator), kerusakan pada trafo distribusi dan sebagainya," jelas Salmon.

Dia menjelaskan jalur yang dilalui jaringan 80 persen melewati hutan. Tetapi ada juga warga yang tidak mengizinkan pohon milik mereka ditebang dan dipangkas untuk pembersihan jalur jaringan. Jadi, katanya, faktor ini yang menjadi kendala pihak PLN.

"Tidak semua laporan dari warga itu sesuai dengan kondisi di lapangan. Misalnya laporan pemadaman listrik berjam-jam pada 17-19 April. Karena PLN telah bekerjasama dengan KPU untuk menjaga keandalan suplai listrik selama 24 jam dan terbukti pelaksaan Pemilu berjalan lancar, begitu juga dengan pelaksanaan UNBK SMP/MTS dan SMA/SMK/MA, kami telah instruksikan petugas siaga di masing-masing pos pelayanan," tutur Salmon.

Unsur muda Sangihe Tian Tahulending mengatakan, pelayanan pada masyarakat harus diutamakan. “Apalagi listrik. Harus jadi perhatian serius instansi terkait,” tegasnya. Masyarakat, lanjutnya, layak mendapatkan pelayanan maksimal.(wan/gel)

Kirim Komentar