16 Mei 2019 13:45

Jangan Sampai Ada Formalin dan Boraks, BPOM Sulut Periksa Makanan Takjil di Kotamobagu

MyPassion
Pemeriksaan takjil yang dilakukan BPOM Sulut.(Claudia/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pemeriksaan makanan takjil yang beredar di masyarakat.

Kepala Seksi Inspeksi dan Infokom  BPOM Sulut Selvi Tarena mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan bahan makanan takjil di beberapa tempat untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat.

"Kita telah menyelesaikan pemeriksaan 31 sampel. Dari 31 sampel tidak ada satupun yang mengandung bahan berbahaya, seperti pewarna makanan, boraks dan formalin," sebutnya.

Dia menyebutkan, para penjual ramai menjajakan makanan lokal. Yakni jenis kudapan, lauk-pauk, serta jenis minuman dan es. "Jadi kami ingin memastikan makanan takjil yang dijual aman dan tidak mengandung formalin atau bahan tekstil lainnya," jelasnya.

Di tempat yang sama Kapala Bidang Seksi Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan  Bambang Mamonto menambahkan, kegiatan ini merupakan kerja sama antar Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DisperdagkopUKM) dan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk memantau langsung pemeriksaan makanan takjil pada pasar Ramadan. 

"Saya mengimbau kepada pengelola makanan, untuk berhati-hati menggunakan bahan pewarna. Baik formalin maupun boraks. Karena itu akan berdampak tidak baik kepada masyarakat," imbaunya. Diketahui, tim melakukan pemeriksaan di Mogolaing, Mongkonai, Gogagoman, dan Kotamobagu. (tr-06/ite)

Kirim Komentar