16 Mei 2019 13:13
Tahapan Pilwako Bitung Dimulai Agustus Tahun Ini

2020, `Perang Terbuka` NasDem vs PDIP

MyPassion
Grafis.(Dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemilihan wali kota (pilwako) Bitung akan digelar tahun depan, 2020. Tahapan pilwako pun dipastikan akan dimulai tahun ini. Menariknya, sejumlah nama mulai mencuat masuk bursa calon wali kota maupun wakil wali kota (lihat grafis).

 

Dipastikan petahana Maximiliaan Jonas Lomban dan Maurits Mantiri akan kembali maju. Walaupun kemungkinan besar keduanya tidak lagi ‘satu perahu’. Lomban dengan lebel Ketua Partai NasDem Sulut, menjadi harga mati dan kehormatan partai untuk kembali melanjutkan kepemimpinan dua periode. Di sisi lain, Mantiri dengan kesolidan partai berlambang banteng moncong putih ini, memiliki target merebut posisi orang nomor satu Kota Cakalang. Apalagi Ketua Partai PDIP Sulut Olly Dondokambey yang juga Gubernur Sulut menargetkan untuk ‘merebut’ Kota Multi Dimensi.

Menariknya, nama Hengky Honandar juga kembali masuk radar dan menjadi alternatif PDIP. Apalagi mantan calon wali kota Bitung ini sukses meraih suara terbanyak untuk DPRD Sulut dapil Bitung-Minut.

Cindy Wurangian juga diprediksi bakal kembali unjuk gigi. Srikandi Partai Golkar ini masih memupuk ambisi untuk menjadi orang nomor satu di Bitung. Yang terakhir ada nama Tedius Batasina dari luar parpol. Ketokohan Batasina, sebagai tokoh agama, dinilai banyak disukai masyarakat Bitung. Sehingga dia layak diperhitungkan untuk memperebutkan DB 1 C.

Sekretaris PDIP Bitung Aldo Ratungalo mengatakan, terkati pilwako partainya sudah ancang-ancang. Tetapi secara garis partai, DPC Bitung masih menunggu keputusan DPP dan DPD.

“Walaupun di mendsos sudah heboh-heboh tapi kita menunggu. Karena di PDIP ada tahapan internal yang harus dilalui,” ujarnya, kemarin (15/5).

Terkait peluang Ketua DPC Bitung Maurits Mantiri untuk maju, dia mengaminkan.  “Pasti adalah ketua partai, tapi DPC tetap menunggu petunjuk teknis dari DPD dan DPP,” katanya.

Terkait koalisi, dia mengatakan juga masih menunggu DPP dan DPD. “Tapi dipastikan tidak lagi koalisi dengan NasDem sepertinya. Walaupun masih menunggu dari DPP dan DPD, tapi dari arus bawah gencar menolak. Yang pasti dari PDIP, jika nanti ada  koalisi akan mengusung untuk calon papan satu,” jelasnya.

Terkati kabar Hengky Honanadar juga bakal maju mencalonkan diri dari PDIP, Aldo tidak membantah. “Kalau cuma selentingan dengar kabar begitu. Tapi tahapannya akan terlihat sesuai mekanisme partai yang diberlakukan,” katanya.

Terpisah, Ketua PKPI Bitung Superman Gumolung mengatakan, untuk partainya hingga saat ini belum mengambil sikap. “Kita menunggu sesudah pelantikan (caleg, Red) dan kita gelar rapat partai,” katanya.

Superman mengatakan, partainya juga bersifat terbuka untuk pilwako nanti. “Kita tidak menutup kemungkinan untuk membuka diri (untuk koalisi, Red). Kalau ada yang melamar kita akan pertimbangkan. Untuk posisi calon wali kota atau wakil, kita tinggal lihat,” terangnya.

Dia juga belum mau mengatakan, partai mana yang terbuka potensi besar untuk koalisi dengan PKPI. “Semua kemungkinan ada, namanya politik. Bisa kita gabung ke PDIP, ke Nasdem, atau PKPI dengan Golkar,” katanya.

Di tempat lain, Indra Wira Ondang dari NasDem mengatakan, untuk pilwako 2020, sudah menjadi harga mati petahana Maximiliaan Lomban akan kembali diusung melanjutkan dua periode.

“Kita sudah boleh mengusung karena tujuh kursi untuk DPRD Bitung. Jadi kita bisa saja mengusung semua kader partai,” jelasnya.

Untuk mendampingi Lomban, menurut Indra, ada dua kader internal NasDem yang dinilai layak yaitu Ramlan Ifran dan Yondris Kansil.

“Untuk Pak Wali (Maximiliaan Lomban, Red) sudah harga mati. Untuk papan dua kita punya kader Ramlan Ifran dan Yondris Kansil,” kata Ketua PAC NasDem Lembeh Selatan ini.

Terkait, koalisi lanjut Indra, partainya juga terbuka tapi menunggu keputusan dari DPP. “Tapi koalisi dengan PDIP sepertinya sulit. Namun untuk partai lain kita terbuka,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw mengatakan, tahapan pilwako Bitung akan dimulai Agustus tahun ini. “Tahapannya DPS (Daftar Pemilih Sementara, Red) melalui DPHP (Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran, Red),” ujarnya.

Sedangkan untuk pilwako, menurutnya, akan digelar September 2020. “Namun untuk tanggal kita menunggu PKPU. Untuk perubahan-perubahan aturan juga ada tapi menunggu PKPU,” kuncinya. (can)

Kirim Komentar