15 Mei 2019 09:07

WNI Terduga Teroris Ditangkap di Malaysia

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM--Polri membenarkan terkait penangkapan Warga Negara Indonesia (WNI) terduga terlibat rencana aksi terorisme di Malaysia yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDRM) pada Senin (13/5).

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, saat ini terdapat dua WNI terduga teroris yang sedang ditangani unit E8. E8 merupakan pasukan antiteror milik Pemerintah Malaysia.

"Saat ini dua WNI tersebut sedang ditangani unit E8 (Densus88), yang menangani kasus dugaan serangan aksi terorisme," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/5) dilansir dari CNNIndonesia.

Dedi menjelaskan dua orang warga negara Malaysia ikut tertangkap. Densus 88 juga masih mendalami apakah WNI yang diduga teroris ini memiliki keterkaitan dengan jaringan JAD atau tidak. "Densus 88 masih mendalami apakah yang bersangkutan memiliki keterkaitan jaringan dengan JAD yg ada di Indonesia, masih didalami," jelas Dedi.

Kemudian, Dedi mengatakan kedua WNI ini datang ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Ia menambahkan salah satu nama WNI yang tertangkap bernama M Amir Lubis, warga Sumatera Utara. "Kemudian yang satu lagi atas nama saudara Lubis, paspor jelas KTP jelas dia warga Sumut," imbuhnya.

Dedi belum bisa menjelaskan WNI lainnya karena dokumen-dokumen yang ia punya masih dalam proses pengecekan. Barang bukti yang sudah disita berupa alat komunikasi seperti handphone serta indentitas yang bersangkutan. Terkait bahan peledak, Dedi mengatakan masih dalam proses perkembangan. "Belum (bahan peledak), masih dikembangkan," imbuhnya.

Diketahui, Aparat Malaysia menangkap seorang warga Indonesia yang diduga hendak melakukan serangan teror saat Ramadan. Polisi juga membekuk dua etnis Rohingya dan seorang penduduk Negeri Jiran.

Menurut Kepala Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Irjen Abdul Hamid Bador, kelompok itu diduga hendak melakukan serangan teror dengan alasan untuk membalas dendam kematian seorang petugas pemadam kebakaran Muslim di negara itu, yang dianiaya hingga meninggal dalam peristiwa kerusuhan terkait penggusuran pura Hindu setempat.

"Sel teroris ini juga menargetkan serangan kepada pejabat tinggi karena menghina dan gagal menjaga marwah Islam," kata Hamid, seperti dilansir Reuters, Senin (13/5).(gnr)

Kirim Komentar