15 Mei 2019 09:00

Pilkada 2020, Parpol Kans Barter Koalisi

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak digelar 2020. Pesertanya tujuh daerah dan pemilihan gubernur (pilgub). Tujuh daerah ini adalah Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Utara (Minut), Minahasa Selatan (Minsel), Bolmong Timur (Boltim), dan Bolmong Selatan (Bolsel).

 

Terpecahnya konsentrasi parpol mengawal kemenangan, membuka peluang terjadinya barter koalisi. “Ini sangat mungkin terjadi. Akan ada parpol melepas daerah lain, untuk bisa konsentrasi ke target yang lebih besar,” kata pengamat politik Dr Alfons Kimbal.

Barter koalisi pun, lanjutnya, tak akan terhindarkan. “Misalnya untuk bisa menang di Manado, parpol A akan menggandeng parpol B yang juga punya basis massa. Sebaliknya, di daerah lain bisa saja parpol A ini membuang peluang berada di papan satu dan membiarkan parpol B,” paparnya.

Hal ini, lanjutnya, yang membuat perebutan kursi calon akan seru. “Jadi sengitnya pertarungan bukan saja saat hari H pemilihan. Tapi sudah dimulai di saat parpol menentukan calon,” tukasnya.

Kemudian, langkah lain yang akan diambil parpol, lanjutnya, yakni partai yang ‘berseteru’ saat ini bisa saja ‘kawin’ di Pilkada. “Koalisi atau kerja sama antar partai politik pasti akan terjadi di Pilkada. Sejumlah partai besar di Sulut bakal mengambil langkah barter politik dengan kepentingan masing-masing,” sebutnya.

Lanjutnya, perlu diketahui kondisi koalisi di Indonesia ini longgar. Tidak ada yang namanya kesepakatan atau konsensus dalam koalisi. Disebutkannya lagi, pada pilkada nanti walaupun partai besar yang mampu meraup 20 persen suara atau kursi terbanyak, pastinya membutuhkan koalisi.

"Partai besar juga akan memilih koalisi. Karena mereka belum sepenuhnya yakin menang. Lebih banyak yang mendukung tentu akan lebih muda memenangkan Pilkada," ucapnya.

12
Kirim Komentar