14 Mei 2019 08:36

Siapkan 3 Jalur Rekrutmen Abdi Negara

MyPassion
Bima Haria Wibisana

MANADOPOSTONLINE.COM—Warga Sulut yang bercita-cita jadi pegawai pemerintah, jalur rekrutmennya ada tiga untuk tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan langsung Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia Bima Haria Wibisana.

Menurutnya, pembukaan pertama adalah untuk sekolah kedinasan. Setelah itu disusul dengan pembukaan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2.

Selanjutnya adalah yang pamungkas pembukaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 pada Oktober mendatang. “Untuk yang PNS mungkin Oktober. Karena banyak sekali jumlahnya. Itu yang PNS,” kata Bima.

Diketahui, pemerintah telah memastikan akan membuka kembali seleksi CPNS 2019. Jika terlaksana, ini menjadi tahun ketiga secara beruntun pasca-di moratorium.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Syafruddin mengatakan, pembukaan CPNS 2019 akan dilakukan pada Oktober 2019. Pembukaan CPNS akan dilakukan usai seleksi (PPPK).

“CPNS itu nanti triwulan ketiga. Kira-kira Oktober lah kalau triwulan ketiga itu,” ujarnya saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Nantinya akan ada sekitar 100.000 posisi yang akan dibuka. Dari jumlah tersebut tenaga pengajar dan kesehatan akan menjadi prioritas pemerintah. “100.000 seluruhnya tapi kan belum diatur. Tetep guru honorer yang diutamakan,” ucapnya.

Sementara itu untuk tenaga PPPK tahap dua akan dilakukan pada Juni 2019. Seleksi dilakukan pasca-Lebaran Idul Fitri 2019. “Juni itu PPPK, kalau CPNS Oktober,” ucapnya.

pengamat pemerintahan Stefanus Sampe mengatakan, nantinya untuk pengusulan formasi harus sesuai beban kerja. Menurutnya, kalau anggaran daerah masih berat untuk belanja pegawai pasti akan ada pengurangan kuota dari pemerintah pusat.

Dia juga mengingatkan pelaksanaan rekrutmen CPNS harus jauh dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). “Pelaksanaan CPNS harus dilakukan secara transparan. Serta nilai dari masing-masing peserta memang harus diumumkan,” katanya.

Februari lalu, pemerintah telah membuka lowongan P3K bagi masyarakat di daerah tertentu, yakni Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat. Namun, sejumlah bencana alam yang terjadi pada tahun lalu mengganggu jadwal rekrutmen.(gnr)

Kirim Komentar