10 Mei 2019 09:37

Kompak, Harga Bawang Ikuti Rica

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Kekompakan nyatanya tak hanya dimiliki manusia. Bumbu dapur atau biasa disebut Bawang Rica Tomat (Barito), sepertinya juga tak mau kalah. Melambungnya harga cabai rawit (rica, red) hingga di level Rp.120.000 per kilogramnya.

Kompak diikuti harga jual bawang merah dan putih di pasar tradisional. Seperti yang terjadi di Pasar Pinasungkulan Karombasan, harga jual pasangan wajib bumbu dapur warga Sulut ini di jual dengan harga. Rp 60.000 per kilogram untuk bawang merah, sementara bawang putih jauh lebih mahal. Warga wajib merogoh kocek Rp.80.000 untuk 1 kilogramnya.

“Kita pun hanya untung tak lebih dari Rp.5.000 untuk bawang merah dan bawang putih ini. Pasokan dari pemasok memang naik, ini mulai terjadi usai pelaksanaan Paskah kemarin. Beruntung komoditas ini tak seperti rica dan tomat, jadi biar disimpan lama nggak apa-apa,” ucap Edo satu dari pedagang Barito di Pasar Pinasungkulan.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi menyatakan, memasuki bulan puasa pemantauan pasar rakyat di Manado bakal terus diintesifkan pihaknya lewat SKPD terkait.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, serta Satgas Pangan untuk mengawal harga dan pasokan agar ibu-ibu bisa tenang. Lebih khusus yang tengah menjalankan ibadah bulan puasa dan menyambut Lebaran nanti,” ujar Sutriono Edi.

Senada, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw menyatakan penambahan pasokan bumbu dapur dari luar Sulut. Tak tertutup dilakukan pihaknya, guna menjaga lonjakan harga barito di pasaran.

Terpisah, Kadivre Bulog Sulutgo Sopran Kenedi mengatakan, pihaknya siap membantu pemerintah dengan melakukan penetrasi pasar. Dengan turut menjual komoditas yang mengalami lonjakan, belakangan ini di pasar tradisional.

“Bisa langsung jualan di pasar, atau melalui Rumah Pangan Kita. Fleksibel sebenarnya, bisa rica duluan atau bawang putih. Tergantung kondisi sekarang, mana yang harus lebih dulu dipenetrasi,” ujar dia. (***)

Kirim Komentar