08 Mei 2019 01:05

LPMP Paparkan Hasil Peta Mutu Pendidikan di MKKS SMA Sulut

MyPassion
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Sulawesi Utara di SMA 1 Manado, Selasa (7/5).

MANADO—Dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan di SMA 1 Manado, Selasa (7/5), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut memaparkan hasil peta mutu pada tiap satuan dan pemangku kepentingan pendidikan.

Kepala LPMP Sulut Florens ST Panungkelan SE MPd mengatakan, hasil dari peta mutu atau rapor  ini agar kita lebih memberi yang terbaik mulai dari guru-guru, kepala sekolah dan pengawas hingga ke pemangku kepentingan Pendidikan.

“Mari kita berkolaborasi dan bersinergi dalam program-program peningkatan mutu pendidikan yang ada di Sulut,” ajak Panungkelan.

Lanjutnya, pihaknya sudah ada rapor atau potret mutu di tiap satuan pendidikan. Dia berharap tiap satuan pendidikan melihat rapor mutu mereka seperti apa. Kata Panungkelan, standar-standar yang masih di bawah harus jadi prioritas untuk mendapatkan penanganan dan dimasukkan dalam rencana kegiatan anggaran sekolah guna meningkatkan standar-standar yang masih di bawah.

"Sehinga setiap tahun ada perubahan perbaikan mutu di satuan pendidikan dan berharap setiap tahun itu ada perbaikan-perbaikan. Agar lima tahun BAN-SM mengakreditasi sekolah hasilnya akan baik. Raport mutu ini dibedah dan dilakukan perbaikan supaya semua sekolah bisa mencapai standar nasional pendidikan," tukasnya.

Senada dikatakan, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut dr Grace Punuh MKes. Katanya, LPMP memberikan rapor mutu sekolah, supaya  jangan hanya bicara-bicara tapi mana yang harus diintervensi. "Mutu di tiap sekolah ritmenya tidak akan berbeda. Tapi kami harapkan rapor mutu ini bersifat spesifik bukan globalisasi," ujarnya.

Tapi setidaknya lanjutnya, semua mutu dapat ditunjang oleh semua yang terlibat dalam pendidikan. "Apapun hasil rapor mutu ini kita akan berbenah. Kenapa rata-rata hasil mutu di tiap sekolah belum memberikan hasil yang baik. Kita harus berkeroyoan bersama dalam berbicara mutu pendidikan," kuncinya.(lin)

Kirim Komentar