07 Mei 2019 12:47

Pesawat Rusia Terbakar Saat Mendarat, Puluhan Orang Dikabarkan Tewas

MyPassion
Pesawat Sukhoi Superjet 100 terbakar saat mendarat di Bandara Sheremetyevo, Moskow.

MANADOPOSTONLINE.COM-- 41 orang dikabarkan meninggal dunia setelah sebuah pesawat Rusia melakukan pendaratan darurat dan meledak di bandara Sheremetyevo di Moskow (Minggu, 5/5). Video dari bandara Sheremetyevo di Moskow menunjukkan pesawat memantul di sepanjang landasan sebelum tiba-tiba terbakar.

Bagian ekor Rusia Sukhoi Superjet 100 dilalap api, mengeluarkan asap hitam tebal ketika anggota awak mengevakuasi penumpang menggunakan slide darurat. Mesin pemadam kebakaran melaju ke arah kobaran api sementara beberapa penumpang terlihat lari melintasi aspal sambil menangis. Beberapa membawa barang bawaan.

Korban tewas yang awalnya dilaporkan ada 19 orang, meningkat tajam ketika pekerja darurat Rusia dengan susah payah mengambil mayat-mayat dari puing-puing yang membara. Laporan awal menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka yang tewas terjebak di bagian ekor pesawat. Komite Investigasi Rusia mengatakan dua korban adalah anak-anak.

“Ada 78 orang termasuk awak di pesawat itu,” kata seorang juru bicara pemerintah seperti dilansir the Guardian. Penghitungan terakhir menunjukkan bahwa 37 telah selamat. Belum ada penyebab resmi terait bencana ini. Komite Investigasi mengatakan telah membuka penyelidikan dan sedang memeriksa apakah para pilot telah melanggar peraturan keselamatan udara.

Beberapa penumpang menyalahkan cuaca buruk dan kilat. “Kami lepas landas dan kemudian kilat menghantam pesawat,” kata Pyotr Egorov, salah satu penumpang selamat, seperti dilansir harian Komsomolskaya Pravda. “Pesawat berbalik dan ada pendaratan keras. Kami sangat takut, kami hampir kehilangan kesadaran. Pesawat melompati landasan seperti belalang dan kemudian terbakar di tanah,” tambahnya.

Pesawat itu sedang terbang ke Murmansk, sebuah kota Rusia di lingkaran Arktik, ketika pilot melaporkan keadaan darurat di pesawat dan berbalik. Aeroflot, operator yang mengelola penerbangan, mengatakan bahwa alasannya mungkin karena kebakaran mesin. Ketika mencoba mendarat, pesawat itu menabrak landasan pacu beberapa kali, merusak tangki bahan bakar dan menyulut api di bagian belakang badan pesawat.

Petugas pemadam kebakaran membutuhkan lebih dari satu jam untuk melawan kobaran api dan mencapai penumpang di bagian ekor. Layanan pelacakan Flightradar24 menunjukkan bahwa pesawat telah berputar dua kali di atas Moskow sebelum melakukan pendaratan darurat setelah kurang dari 30 menit di udara. Interfax mengutip sebuah sumber yang mengatakan pesawat itu hanya berhasil melakukan pendaratan darurat pada upaya kedua dan bahwa beberapa sistem pesawat kemudian gagal.

Aeroflot saat ini mengoperasikan 50 Sukhoi Superjets buatan Rusia dengan armada sekitar 255 pesawat penumpang. Perusahaan pengangkutan telah memesan 100 Superjets lain dari Sukhoi, yang dijadwalkan untuk mengirimkan pesawat antara 2019 dan 2026.

Ada kekhawatiran dengan kemampuan pesawat sebelum kejadian tersebut. Pada 2012, Sukhoi Superjet menabrak gunung di Indonesia selama penerbangan demonstrasi penjualan, menewaskan 37 orang. Pada 2016, 11 jet Sukhoi yang dilaporkan telah di kandangkan karena memiliki masalah dengan stabilisator ekor pesawat.

Superjet memulai pelayanannya pada 2011 dan merupakan jet penumpang pertama yang dikembangkan Rusia sejak jatuhnya Uni Soviet. Namun, ada kekhawatiran sporadis tentang kemampuan dan keselamatan pesawat, termasuk larangan terbang pada 2016 setelah penemuan cacat di bagian ekor pesawat.

Komite Investigasi Rusia telah melakukan investigasi kriminal atas pelanggaran keselamatan yang menyebabkan kematian 2 orang atau lebih, sebuah langkah umum menyusul peristiwa korban massal di Rusia.

Para pejabat juga telah mengkonfirmasi bahwa setidaknya 11 orang terluka, dan beberapa dirawat di rumah sakit dengan luka bakar. Perdana menteri Rusia, Dmitry Medvedev, dan presiden, Vladimir Putin, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. (indopos)

Kirim Komentar