03 Mei 2019 08:46

Ngeri, 1.025 Warga Meninggal Kecelakaan

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Peristiwa kecelakaan lalulintas di Sulawesi Utara masih menjadi perhatian serius Polda Sulut dan jajaran. Berdasarkan data tahun 2017 sebanyak 1.642 kasus. Sedangkan tahun 2018 (Januari-November) sebanyak 1.922. Terjadi kenaikan sebanyak 280 kasus.

 

Berdasarkan data, korban meninggal dunia sejak tahun 2016 ada 299. Kemudian 2017 naik menjadi 382 peristiwa. Sedangkan tahun 2018 (Januari-November) ada 344 kasus, mengalami penurunan sebanyak 38 orang. Total tiga tahun terakhir 1.025 warga meninggal lakalantas.

Sementara untuk korban luka berat tahun 2017 sebanyak 277 sedangkan tahun 2018 sebanyak 288, naik 11 orang. Korban luka ringan tahun 2017 sebanyak 2011. Sedangkan 2018 sebanyak 2.606, mengalami kenaikan 595 orang.

”Angka-angka tersebut masih menjadi tantangan dan memerlukan kerja keras dan sinergitas berbagai pihak serta peningkatan kepatuhan hukum masyarakat, untuk terus menerus berupaya meningkatkan kualitas berlalulintas di Propinsi Sulut karena kecelakaan lalulintas berawal dari pelanggaran terhadap aturan dan etika berlalulintas serta dalam keadaan tidak sadarkan diri/mabuk,” sebut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Diketahui, jajaran Polda Sulut kembali menggelar operasi kepolisian di bidang lalulintas, bersandikan ‘Operasi Keselamatan Samrat 2019’. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, sudah dimulai sejak 29 April hingga 12 Mei 2019, di seluruh wilayah jajaran Polda Sulut.

Dimulainya operasi ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan di masing-masing Markas Komando. Di Mapolda Sulut, apel dipimpin oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, diikuti oleh para peserta upacara baik dari Polri, TNI dan stake holders terkait. “Sasaran operasi keselamatan diprioritaskan terhadap 7 pelanggaran lalulintas,” ungkap Irjen Sigid.

Sasaran terhadap pelanggaran yang dimaksud adalah menggunakan handphone saat mengemudi, tidak menggunakan safety belt, menaikkan dan menurunkan penumpang di tempat yang tidak seharusnya.

Kemudian melawan arus lalulintas, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, mengemudikan kendaraan di bawah umur, melebihi batas kecepatan maksimal dan menggunakan bahu jalan bukan untuk peruntukan.

Irjen Sigid berharap, dengan dilaksanakannya Ops Keselamatan ini, bisa tercapai tujuan, yaitu meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalulintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalulintas, menurunnya fatalitas korban lakalantas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Dan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalulintas,” pungkas kapolda.(gnr)

Kirim Komentar