03 Mei 2019 08:48

Caleg Perempuan Top Score, Ini Prediksi Srikandi Duduk di DPRD

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemilihan legislatif (pileg) 2019 sepertinya menjadi eranya kaum perempuan. Apa pasal? Di beberapa kabupaten/kota, termasuk provinsi dan DPR-RI, kaum perempuan yang jadi pendulang suara terbanyak. Mulai dari DPR-RI. Dari klasemen perolehan suara sementara ditempati Adriana Dondokambey.

 

Srikandi PDI Perjuangan ini, dalam perhitungan suara sementara nyaris finish di angka 200.000 suara. Dalam enam besar peraih suara terbanyak untuk tiket ke Senayan, srikandi bukan Adriana seorang. Ada Vanda Sarundajang dengan suara sudah mencapai 71.823. Kemudian Felly Runtuwene 61.066.

Selanjutnya di DPRD Provinsi Sulut. Ada nama Djein Rende. Caleg PDI Perjuangan dari dapil Minsel-Mitra ini diperkirakan meraih 39.000 lebih suara. Kemudian Melisa Gerungan, masih dari PDI Perjuangan dari dapil Minahasa-Tomohon. Sudah hampir pasti mendapat 24.000 suara.

score perolehan suara di dapil ini dari semua caleg. Kesuksesan kaum perempuan menjadi vote getter juga terlihat di sejumlah kabupaten/kota. Misalnya di perebutan kursi DPRD Kabupaten Minahasa. Okstesi Runtu, Glady Kandouw, Monica Rorong, serta sejumlah nama populer lainnya yang sukses merebut hati masyarakat.

Adriana mengaku sangat mengapresiasi bisa meraih suara signifikan di pileg 2019. “Perempuan pasti bisa bersaing. Itu keyakinan saya. Perjuangan bukan hanya sampai di sini. Kalau memang dipercayakan menjadi wakil rakyat, saya akan buktikan jika perempuan bisa jadi wakil rakyat di Senayan,” tegas Ketua Komisi W/KI Sinode GMIM ini.

Di sisi lain, akademisi Sulut Valentino Lumowa mengatakan, tugas legislator secara esensial mencakup legislasi, budgeting, dan pengawasan kinerja pemerintah. "Tugas dan wewenang ini tidak bergender," sebut Lumowa.

Lanjut dia, legislator memang seharusnya merujuk pada tiga ranah di atas untuk mengejawantahkan peran otentiknya dalam proses demokrasi. Namun, sebut dia lagi, peran legislator perempuan memang mendapatkan amanat lebih berdasarkan tuntutan kosmopolitan dalam mengarusutamakan kelompok rentan.

"Kelompok ini mencakup perempuan, anak, dan kaum difabel. Tentu, hal ini merupakan tuntutan setara bagi semua anggota legislator," tukasnya.

12
Kirim Komentar