02 Mei 2019 08:22

Kontroversi Bupati Talaud Sebelum Diciduk KPK

MyPassion
Sri Wahyumi Maria Manalip

MANADOPOSTONLINE.COM--Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) ditangkap KPK di Kantornya, Selasa (30/4). Penangkapan Manalip atas dugaan penyalahgunaan APBD Kabupaten Talaud. Dia diduga menerima hadiah barang-barang mewah.

Sebelum ditangkap, bupati berusia 42 tahun itu memiliki rekam jejak yang beberapa kali bikin kontroversi. SWM maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2013 silam. Ia mengaku didukung Partai Gerindra, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). SWM kemudian bergabung dengan PDI-P dan meninggalkan Gerindra.

Dia dipercaya sebagai Ketua DPC PDI-P Talaud. Tak lama kemudian, hubungan SWM dengan PDI-P retak. SWM tidak pernah menghadiri rapat-rapat partai, bahkan saat Ketua Umum PDI-P Megawati menggelar rapat koordinasi. Akhirnya ia diberhentikan karena berseteru dengan elite partainya sendiri. Pada Agustus 2017 dia juga dipecat sebagai kader PDIP.

Bupati cantik yang selalu tampil modis tersebut juga beberapa kali ditegur Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Manalip bahkan sempat dinonaktifkan sebagai bupati Talaud selama tiga bulan. Gara-garanya, dia bepergian ke Amerika Serikat pada 20 Oktober hingga 13 September 2017 tanpa izin gubernur Sulawesi Utara.

Pada 2018 Manalip kembali ditegur Kemendagri karena memutasi ratusan ASN tak lama setelah pilkada. Pada pilkada tersebut, sang petahana gagal mempertahankan jabatannya. Kursi SWM akan digantikan kompetitornya, Elly Lasut. Manalip sendiri bakal lengser pada Juli tahun ini.

Lama tak terdengar, Senin malam KPK menetapkan Manalip sebagai tersangka suap pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2019. Manalip yang tercatat memiliki kekayaan Rp 2,24 miliar di LHKPN KPK itu menyusul jejak kepala daerah perempuan yang menjadi ‘pasien’ KPK.

Sebelumnya, KPK menyeret Bupati Kutai Kartanegera (Kukar) Rita Widyasari dan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sebagai tersangka korupsi. KPK juga pernah menetapkan Bupati Klaten Sri Hartini sebagai tersangka.(Tim MP/gnr)

Kirim Komentar