01 Mei 2019 10:27

Pekerjaan Adalah Panggilan Iman, Toga: Umat Harus Mensyukuri Anugerah Tuhan

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Rabu (1/5) hari ini, diperingati sebagai hari buruh. Hal ini mendapat tanggapan dari para tokoh agama (toga) di Sulut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengatakan, pekerjaan adalah anugerah yang diberikan oleh yang maha kuasa kepada seseorang sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.

Menurut dia, ketika bekerja seseorang mendapatkan nikmat dan rejeki, untuk itu tentu sudah menjadi keharusan sebagai umat yang percaya harus dapat mensyukuri setiap kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan. "Dalam Islam syukur itu ada tiga. Yaitu, dengan hati, ucapan atau lidah tetapi juga dengan perbuatan," ungkapnya.

Dia mengatakan, peran pemerintah saat ini sudah cukup baik untuk memperhatikan para pekerja, termasuk di Sulut. "Memang masih ada hal-hal yang perlu di tingkatkan, termasuk pemerintah meningkatkan kontrol yang ada pada perusahaan-perusahaan yang ada, agar apa yang telah ditetapkan sebagai aturan dapat terlaksana dengan baik," pintanya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Ajaran Pengembalaan dan Pembinaan (APP) GMIM Pdt Anthonius Dan Sompe, MTeol, MPdK menjelaskan, dari sudut pandang iman kerja adalah anugerah dan harus disyukuri apapun jenis pekerjaan yang kita sementara lakukan. "Pekerjaan adalah panggilan iman dan kita harus terus bekerja, karena Allah sampai saat ini masih terus bekerja. Sebab kita adalah mitra kerja Allah," ungkapnya.

Menurut dia, bekerja bukan hanya sekadar untuk mencari uang atau cari makan, tapi turut bekerja dengan Allah sebagai panggilan iman di dunia ini dalam perwujudan syalom. "Syalom dalam arti kesejahteraan dan keseimbangan. Dalam arti semua dapat terpenuhi bila kita terus bekerja serta menampilkan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang kita geluti saat ini," ujarnya.

Dia menyatakan salut dan patut didukung akan usaha-usaha pemerintah dalam hal mensejahterakan rakyat termasuk dalam pekerjaan. Walaupun memang kita tahu kalau semua itu pasti belum maksimal atau memenuhi harapan. "Meningkatkan kapasitas kinerja dari para pekerja sudah merupakan tugas dan tanggung jawab bagi pemerintah, meskipun memang terbatas. Untuk itu harus ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para toga yang ada," pungkasnya.(tr-07/ite)

Kirim Komentar