01 Mei 2019 11:43

15 Incumbent di Minahasa Keok

MyPassion
Grafis.(Dok)

MANADOPOSTONLINE.COM---Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu  Tingkat Kabupaten, di gelar  Selasa (30/4) di hampir semua Kabupaten/Kota di Sulut. Namun dari perhitungan sementara sejumlah caleg incumbent, hampir dapat dipastikan keok dalam pertarungan.

Di perlombaan merebut kembali kursi empuk di Gedung Manguni. Dari 35 kursi yang tersedia, hampir separuh dari jumlah tersebut tak lagi dipercaya konstituen rakyat Toar Lumimuut. 15 incumbent harus rela menyerahkan kursinya bagi pendatang baru di dunia legislatif. 

Melihat hal tersebut, Pengamat Politik Sulut Alfons Kimbal menila, yang menyebabkan petahana tak terpilih lagi. Dikarenakan kinerja petahana sebagai anggota DPRD selama ini serta track record mereka terhadap masyarakat.

"Pemilih sekarang semakin cerdas.  Masyarakat sudah bisa melihat kapabilitas calon yang akan mereka pilih untuk menyalurkan aspirasi di Gedung DPRD," kata dia.

"Bisa jadi selama menjabat sebagai Anggota DPRD,  tidak memperdulikan kepentingan masyarakat lagi," timpalnya.

Sementara untuk beberapa nama baru yang muncul. Pengamat Politik Sulut Goenpiece Tumbel menyatakan, sesuai etika politiknya setiap anggota dewan terpilih di semua tingkatan baik DPR RI, maupun DPRD Provinsi, serta Kabupaten/Kota berkewajiban untuk  mempertanggungjawabkan mandat yang diberikan oleh rakyat, dalam mengartikulasi dan mengagregasi kepentingan rakyat. 

"Karena itu hal yang harus dikedepankan oleh anggota dewan adalah bekerja demi dan untuk memperjuangkan aspirasi kepentingan rakyat," jelas Tumbel.

Lanjutnya, dengan kata lain, bahwa anggota dewan harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap tuntutan kebutuhan.

"Legitimasi dan dukungan publik terhadap dewan secara lembaga akan tergantung pada sejauh mana lembaga dewan bekerja, merespon berbagai kepentingan rakyat," sebutnya.

Dirinya juga menyentil kepada incumbent yang berkesempatan kembali terpilih. Dikatakannya, para petahan, akuntabilitas politiknya harus lebih baik dan lebih menunjukan kinerja optimal  dari sebelumnya. Sebab dari aspek pengalaman terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi dewan, bukan hal yang baru bagi mereka. 

"Sebab itu dengan bekal pengalaman tersebut, mereka (incumbent, red) memiliki kapasitas untuk memberikan keteladanan dalam menjalankan tugas serta fungsi bagi para 'new comer' . Semangat tersebut bila bersinergi dengan semangat para pendatang baru pasti dewan akan 'kaya' dengan Perda-perda Inisiatif," ulas Tumbel.

Perlu diketahui pula, DPRD Minahasa belum lama disorot terkait minimnya Perda Inisiatif yang dihasilkan. Hingga satu periode ini DPRD Minahasa baru menghasilkan Dua Ranperda Inisiatif.(tr-03/jul)

Kirim Komentar