30 Apr 2019 08:25
Gagal Comeback, Alih Profesi

Ini Prediksi Caleg Petahana yang Tumbang di Pemilu 2019

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Meskipun perhitungan suara masih berlangsung, namun hampir pasti, ratusan petahana tumbang. Di kontes perebutan kursi wakil rakyat 2019.

 

Di DPR RI misalnya. Utusan Partai Gerindra Wenny Warouw tak bisa menandingi perkasanya figur baru dari PDI Perjuangan. Adriana Dondokambey serta Herson Mayulu. Yang hampir pasti sudah memegang tiket ke Senayan.

Di DPRD Provinsi Sulut juga banyak. Sebut saja James Karinda kader Demokrat, yang pada pileg 2019 ini mencoba peruntungan ke DPR RI. Ada juga Marthen Manopo, rekan separtai Karinda. Di PDI Perjuangan, Teddy Kumaat kemungkinan besar tak bisa mengikuti jejak rekannya Andrei Angouw yang terpilih kembali. Begitu juga Jenny Mumek, dari dapil Minahasa Tomohon.

Serta ada beberapa petahana lain yang tinggal menghitung bulan duduk di gedung cengkih (sebutan untuk DPRD provinsi).

Para petahana inipun mulai memikirkan pekerjaan lain setelah tidak jadi anggota dewan. “Saya jadi notaris,” sebut Marthen Manopo, di hadapan teman-temannya, usai paripurna beberapa waktu lalu. Sementara Noldy Lamalo, politikus Partai Hanura menuturkan, ini adalah kegagalan yang tertunda. “Saya jadi rakyat biasa,” ujarnya, sambil tersenyum.

Melihat fenomena ini, akademisi Sulut Dr Valentino Lumowa menilai perubahan pada perolehan kursi ikut dipengaruhi calon yang diusung partai.  “Persaingan suara begitu ketat. Tidak ada jaminan buat petahana bisa terpilih kembali. Jika tidak bekerja dengan maksimal," jelasnya.

Namun, dia menambahkan, yang tidak terpilih lagi bukannya tidak maksimal bekerja. “Mereka kalah populer dengan wajah baru yang suguhkan partai lain, atau malah internal mereka. Namanya juga kontestasi. Persaingan pasti ketat. Keunggulan masing-masing dijual,” tukas akademisi Unika De La Salle ini.

Sementara, pengamat politik Sulut Alfons Kimbal melihat, penyebab petahana tak terpilih lagi salah satu faktornya adalah kinerja selama menjadi anggota dewan. "Kita harus mengingat pemilih sekarang, cerdas. Bisa melihat kapabilitas calon," sebutnya.

Kemudian kata Kimbal, track record calon itu sendiri. "Mungkin selama menjabat sebagai anggota DPRD, tidak memperdulikan kepentingan masyarakat lagi," ucapnya.

Lebih jauh dirinya melihat, ada irisan track record petahana dan partai politik. Bisa juga ada pengaruh calon presiden. Seperti pada pileg lalu, raihan kursi Partai Gerindra cukup fantastis.

123
Kirim Komentar