27 Apr 2019 08:57
KPU-BAWASLU: JANGAN ADA PERGESERAN SUARA

KUBU JOKOWI-PRABOWO AKUR DI SULUT

MyPassion
TOLAK PERPECAHAN: TNI/Polri, penyelenggara Pemilu, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ormas, hadir dalam acara bertajuk ‘Merekatkan Kedamaian dalam Kebersamaan untuk Sulut Damai’, di ruang Lotus Hotel Peninsula Manado, Jumat (26/4).Foto lain Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandiaga di Sulut Wenny Lumentut dan Sekretaris Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf di Sulut Franky Wongkar, didampingi tokoh agama dan pimpinan parpol lainnya.

MANADOPOSTONLINE.COM—Tensi politik di daerah lain boleh panas pasca Pemilu 17 April. Tapi tidak dengan Sulawesi Utara. Berkat inisiasi Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, para pimpinan dan pengurus partai politik dipertemukan dalam kegiatan bertajuk ‘Merekatkan Kedamaian dalam Kebersamaan untuk Sulut Damai’, Jumat (26/4) di Hotel Peninsula Manado.

 

Tak ada gesekan. Para pimpinan parpol di tanah Nyiur Melambai ini kemarin terpantau akur satu dengan lainnya. Semua sepakat tetap menjaga kerukunan di tanah Toar Lumimuut meski sempat berbeda pilihan ketika pilpres maupun pileg.

Bahkan, Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandiaga di Sulut Wenny Lumentut dan Sekretaris Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf di Sulut Franky Wongkar, berjabat tangan erat didampingi pimpinan dan pengurus parpol lain, di hadapan para tokoh agama, pemerintah daerah, dan penyelenggara pemilu yang hadir.

Kegiatan ini menurut Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, sebagai bentuk syukur karena Pemilu boleh berlangsung aman dan damai.

“Pesta demokrasi sudah selesai. Kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi kita, wilayah Sulut tidak ada konflik, saya yakin tidak ada perpecahan, jadi tidak perlu kata rujuk seperti daerah lain,” singkatnya.

Sementara Ketua KPU Provinsi Sulut Dr Ardiles Mewoh mengatakan, dirinya mengapresiasi kinerja TNI-Polri yang berkomitmen sepanjang penyelenggaraan pesta demokrasi.

12
Kirim Komentar