27 Apr 2019 14:03

Indonesia Jadi Primadona Investasi di Tiongkok

MyPassion
Dubes RI untuk RRT merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun saat menjadi pembicara tunggal dalam acara bertajuk 'Belt and Road' Ambassador Interview. Dubes juga meninjau kawasan Beijing Financial Street. (Istimewa)

KERJA sama keuangan antara Indonesia dan Tiongkok, saat ini menjadi hal yang esensial. Sebab, saat ini, Indonesia sedang menjadi primadona bagi investasi Tiongkok. Hal ini diungkap Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun, saat menjadi pembicara tunggal dalam acara bertajuk ‘Belt and Road’ Ambassador Interview yang digelar di kawasan Beijing Financial Street, Rabu (17/4) lalu.

"Dengan prediksi bahwa Tiongkok akan menjadi ekonomi terbesar dunia dan Indonesia, serta ASEAN akan menjadi besar juga di dunia, maka Indonesia dan Tiongkok perlu bekerja sama membangun kawasan Asia menjadi motor ekonomi dunia untuk pertumbuhan yang berkualitas,” papar Dubes Djauhari.

Dubes Djauhari juga menyampaikan pandangannya mengenai kerja sama keuangan antara Indonesia dan Tiongkok, di hadapan para praktisi keuangan negeri Tirai Bambu. Termasuk, kerja sama lintas batas, kebijakan ekonomi makro Indonesia, pasar saham dan obligasi, internasionalisasi Renminbi, dan berbagai isu keuangan lainnya.

Dubes Djauhari yang didampingi Atase Perdagangan dan Pejabat Fungsi Ekonomi, menyampaikan kesiapannya untuk bekerja sama guna ikut berkontribusi, pada pertumbuhan perekonomian yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Selain berbicara dalam forum, Dubes Djauhari juga berkesempatan meninjau kawasan Beijing Financial Street. Ini merupakan kawasan pusat keuangan Tiongkok dengan  area seluas 2,59 km persegi, yang memiliki nilai aset 80 triliun Renminbi (11,9 triliun dolar AS).

Hampir 1.800 institusi keuangan berkantor di kawasan tersebut. Termasuk Bank Sentral China, People’s Bank of China, dan kantor pusat bank-bank besar di Tiongkok seperti Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), Bank of China (BOC), China Construction Bank (CCB), Exim Bank of China, China Development Bank (CDB), serta berbagai institusi lainnya.

Termasuk, perusahaan asuransi, manajemen aset, serta sejumlah institusi keuangan asing ternama di dunia. Kawasan ini telah bertransformasi menjadi kawasan yang berpengaruh di pasar keuangan internasional, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok, dan berbagai inisiatif kerja sama yang didorong oleh pemerintah Tiongkok. Termasuk, kerja sama Belt and Road Initiative.(*)

Kirim Komentar