26 Apr 2019 11:33

Waspadai Manuver Caleg di PSU

MyPassion
Ferry Liando bersama Ketua KPU RI Arief Budiman

MANADOPOSTONLINE.COM--Pemungutan suara ulang yang digelar serentak di Sulut pada Sabu(27/4) bakal menyebabkan sejumlah hal yang berpotensi tidak berprosesnya pemilu dengan baik. Berbagai peluang yang luput dari pantauan saat pencoblosan kemarin, bisa saja terjadi di masa ‘extra time’ ini.

Pengamat politik Ferry Liando menuturkan beberapa hal yang patut diwaspadai dalam Pemungutan Suara Ulang(PSU) nanti.

“Pertama, pemilih yang akan hadir di TPS kemungkinan cenderung tidak akan sama dengan jumlah ketika pada pencoblosan pertama. Adanya rasa bosan,adanya kemungkinan akan lebih memilih istirahat di rumah dan ada yang kemungkinan lebih memilih bekerja,” jelas Liando.

Namun demikian, dosen Fispol Unsrat ini menambahkan  keadaan ini bisa saja akan  berbalik jika permainan politik uang dibiarkan.

“Bisa saja akan banyak yang datang memilih apabila ada caleg yang meminta masyarakat datang ke TPS dengan imbalan uang atau barang. Caleg yang berpeluang merebut kursi berpotensi bermain uang guna mendongkak perolehan suara sementara,” lanjutnya.

Apalagi Caleg ini memiliki banyak suara namun tidak kebagian kursi akibat kalah tipis jumlah suara dengan caleg yang mendapatkan kursi.

“Jika dalam satu parpol kebagian 3 kursi maka caleg yang berpotensi bermain curang adalah caleg peraih suara terbanyak urutan 4. Apalagi caleg peraih suara terbanyak 3 dan 4 selisihnya sangat tipis. Sehingga caranya adalah berusaha melampaui jumlah suara caleg diatasnya dengan memanfaatkan proses pemungutan suara ulang,” tambah pria berkacamata ini.

Bukan hanya posisi celeg yang berubah, namun perolehan jumlah kursi parpol bisa saja berubah pasca PSU. Berkaca pengalaman di pemilu 2014, PSU di Maluku Utara, kursi PAN berkurang dan berpindah ke Nasdem pasca PSU.

“Sehingga ini perlu diwaspadai bersama jangan  sampai ada cara-cara yang tidak elok pada PSU nanti. Hal yg perlu juga di waspadai adalah keengganan para KPPS untuk bertugas kembali dengan pekerjaan cukup beresiko sehingga tidak mau disibukan lagi. Pengalaman pemilu 2014, ada KPPS tidak hadir karena caleg yang didukungnya sudah menang Sehinga tidak mau ada PSU. Reaksi atas kerbatan itu, dia tidsk mau bertugas lagi. Hari ini KPU wajib mendata kembali, apakah semua KPPS di TPS yang akan melaksanakan PSU apakah masih bersedia bertugas, Kalau tidkk perlu diantisipasi untuk diganti,” harapnya.(wam)

Kirim Komentar