26 Apr 2019 08:45

Sabu Tembus Kantor Gubernur, Ini Penjelasan Kabag Humas

MyPassion
Barang bukti sabu-sabu yang diselipkan dalam paket kiriman wi-fi portable ini berhasil diendus petugas dari SMK, oknum tenaga honorer Pemprov Sulut. (Dok. Penyidik)

MANADOPOSTONLINE.COM--Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulut, menangkap oknum tenaga honorer yang bertugas di ruang lingkup Pemerintah Provinsi Sulut. Perempuan berinisial SMK (36), warga Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara,  ditangkap Tim Opsnal Unit IV Subdit II beserta barang bukti 16 paket sabu-sabu seberat 5,22 gram.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut Femmy Suluh, pihaknya belum menerima laporan terkait adanya honorer yang tersangkut kasus narkoba.

Baik sebagai korban atau pelaku, pihaknya belum menerima informasi tersebut. Namun dirinya mengatakan, akan melakukan konfirmasi dan pemeriksaan terhadap kasus tersebut.

"Kita saat ini belum tahu ada kejadian tersebut. Karena itu, kita belum bisa pastikan kasus ini. Entah korban atau pelaku, kita belum tahu sama sekali. Yang pasti, kita akan langsung memeriksa apakah benar atau tidak. Pasti akan ditindaklanjuti dengan sanksi pemberhentian sebagai THL kalau itu benar dan terbukti. Sedangkan proses hukum harus tetap berlangsung," imbuhnya.

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut Christian Iroth mengatakan, sesuai pengakuan THL tersebut, kiriman yang dia terima merupakan paket dari salah seorang temannya di Bali. THL tersebut juga menurut Iroth, tidak tahu apa isi paket tersebut. Namun karena alamat yang dipakai THL tersebut, untuk pengiriman barang adalah Kantor Gubernur Sulut.

"Jadi begini, ketika tadi ditanyai, yang bersangkutan mengatakan bahwa THL tersebut, tidak tahu soal isi paket. Pasalnya THL ini hanya dimintai tolong oleh temannya dari Bali untuk menerima paket tersebut untuk nantinya dijemput oleh teman yang lain di Manado,” ceritanya.

Bahkan THL ini mengatakan kepada pihaknya bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui paket yang dikirim via JNE tersebut. Yang bersangkutan hanya memberi alamat kantor Gubernur Sulut dikarenakan bisa mempermudah pengiriman yang sejatinya tidak diketahui isinya tersebut.

“Tapi setelah dijaring pihak kepolisian barulah diketahui isi paket tersebut merupakan satu unit wi-fi portabel yang didalamnya berisi 16 paket sabu-sabu. Untuk itu yang bersangkutan sudah mengklarifikasi kepada pihak kepolisian dan pihak Pemprov Sulut,” pungkasnya.

Kasus ini pun mendapat komentar dari pakar hukum Toar Palilingan MH. “Salut juga pada Polda Sulut yang mampu menangkap pegawai honorer pemprov tersebut, mengingat modus pengiriman yang disamarkan secara rapi bahkan menggunakan alamat tujuan kantor gubernur bisa diungkap oleh Direktorat Narkoba Polda Sulut,” sebut Palilingan, wakil dekan III Fakultas Hukum Unsrat.

“Pemprov perlu mengambil langkah tegas untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai bentuk dukungan kepada penegakan hukum yang sedang berproses,” saran Palilingan.

Menurutnya harapan masyarakat pada Polda yang mampu memutus jaringan peredaran ini, agar membongkar serta menangkap para pelaku jaringan peredaran hingga ke Bali.

“Melihat peristiwa penangkapan honorer pemprov yang merupakan jaringan pengedar sabu tersebut, maka menimbulkan kesan tidak ada rasa takut lagi. Bahkan semakin nekat saja dan hal ini menunjukkan bahwa pasar atau para pengguna di Sulut cukup banyak,” pungkasnya.(tr-02/gnr)

Kirim Komentar