24 Apr 2019 08:55
SULUT SUDAH KEHILANGAN 5 PAHLAWAN DEMOKRASI

TIM MEDIS `SUNTIK` PPK-SAKSI

MyPassion
Tim medis kini ditempatkan di lokasi panitia pemilihan kecamatan. Hal ini dilakukan guna mencegah semakin banyaknya penyelenggara dan saksi Pemilu yang jatuh sakit, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. (Dok. MP)

Begitu juga dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon. Mereka menyediakan tim medis pada rapat rekapitulasi hasil perhitungan perolehan tingkat kecamatan. “Kami mengambil inisiatif meminta bantuan ke pemkot karena sudah banyak personel kami yang kurang tidur maupun kelelahan. Makanya meminta bantuan tenaga medis," kata Koordinator Wilayah Dapil Tiga yang juga Komisioner KPU Kota Tomohon Stenly Kowaas.

Dia juga berterima kasih kepada pemerintah. Yang sudah mengirimkan personel medis di seluruh tempat rekapitulasi, dengan disiagakannya personel dari pagi hingga malam hari.

Menurut Kowaas, bukan hanya di tempat rekapitulasi Gor Babe Palar Tomohon Selatan disediakan tim medis. Tetapi tersebar di berbagai tempat rapat rekapitulasi PPK Tomohon. "Untuk PPK Tomohon Selatan sudah ada empat orang yang sakit. Dua orang diantar ke rumah sakit dan dua yang lainnya cuma rawat jalan dan tinggal di rumah. Namun dari laporan sudah banyak yang sakit," bebernya.

Sama hal juga di Kabupaten Boltim. Dinas Kesehatan Boltim menginstruksikan, tim kesehatan yang ada setiap kecamatan untuk membantu melakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas penyelenggara Pemilu di Boltim. “Nanti seluruh Puskesmas akan menempatkan tenaga medisnya di lokasi perhitungan suara, di masing-masing kecamatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi. Menurutnya, hal itu demi menyukseskan pemilu serentak tahun 2019 di Boltim. Eko menyebutkan, pelayanan kesehatan bagi petugas penyelenggara, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, dan pemberian vitamin.

Mengingat lanjutnya, para petugas bekerja 2X24 jam dalam pleno perhitungan suara tingkat kecamatan bisa kecapean. “Dalam pleno perhitungan suara bisa saja kecapean atau drop, makanya perlu penanganan pihak medis,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris KPU Boltim Arfan Palima mengapresiasi apa yang dilakukan Pemkab Boltim melalui Dinkes untuk pelayanan kesehatan pada penyelenggara pemilu. “Itu perlu. Karena rapat pleno di tingkat kecamatan, terkait rekapitulasi perolehan suara peserta pemilu, berlangsung beberapa hari, maka petugas penyelengara pemilu sangat membutuhkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Diketahui, Selasa (23/4) kemarin, Yanti Sandala yang bertugas sebagai anggota KPPS pada Pemilu 2019 meninggal dunia.  Almarhum sebelumnya dilarikan ke rumah sakit Minggu (21/4) setelah kelelahan bertugas pasca Pemilu. Dari RS Walanda Maramis Airmadidi, Yanti kemudian dirujuk ke RS Prof Kandou Malalayang, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Magdalena Kalamu, ibu mertua korban, mengatakan semasa hidupnya, Yanti adalah sosok yang tak kenal lelah. "Bahkan kondisinya sudah menurun, masih semangat mengajar nyanyian Paskah untuk anak-anak di gereja,” kenangnya. Yanti diketahui aktif dalam pelayanan sebagai Wakil Ketua Komisi Anak di GMIM Mahanaim Kawangkoan Baru.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Desa Watutumou jaga IV. "Yanti lahir di sini kemudian setelah menikah tinggal di Kawangkoan Baru," kata Orpa Solerang, ibu almarhum. Pantauan Manado Post di rumah duka, banyak kerabat yang datang memberikan ucapan belasungkawa. Almaruma Yanti Sandala meninggalkan suami Otniel Bukahati dan dua orang anak. Ibadah pemakaman akan dilangsungkan Rabu (24/4) pukul 12.00 WITA.

123
Kirim Komentar