24 Apr 2019 08:55
SULUT SUDAH KEHILANGAN 5 PAHLAWAN DEMOKRASI

TIM MEDIS `SUNTIK` PPK-SAKSI

MyPassion
Tim medis kini ditempatkan di lokasi panitia pemilihan kecamatan. Hal ini dilakukan guna mencegah semakin banyaknya penyelenggara dan saksi Pemilu yang jatuh sakit, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. (Dok. MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pesta demokrasi di Sulawesi Utara sudah memakan 5 korban jiwa. Kelima pahlawan demokrasi tersebut yaitu Said Hassan, Mariette Lalombuida, Sonny Langkay, Fenni Assa, dan yang terbaru Yanti Sandala.

 

Banyak juga petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang jatuh sakit karena pleno penghitungan suara di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK). Mencegah makin banyaknya KPPS yang jadi korban, kabupaten/kota di Sulut mulai menyiagakan tim medis di lokasi PPK. Para petugas ‘disuntik’ (diberi suplemen dan obat, red).

Ketua KPU Minahasa Tenggara (Mitra) Wolter Dotulong menyampaikan terima kasih terhadap perhatian terhadap petugas KPPS. Karena telah menerjunkan petugas medis selama pleno rekapitulasi yang saat ini sementara berlangsung di tingkat kecamatan. “Karena rapat pleno ini cukup menguras kondisi fisik dari penyelenggara di tingkat bawah,” katanya.

Senada diungkapkan Ketua Bawaslu Mitra Jobby Longkutoy. Dia juga mengapresiasi perhatian dari pemerintah daerah. “Ini sangat baik bagi para personel kami di tingkat bawah. Apalagi kita ketahui mereka melaksanakan tugas secara maksimal dengan waktu yang panjang,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Mitra James Sumendap mengatakan, petugas medis memang harus disiapkan. Sebab, pemerintah tidak mau terjadi hal-hal seperti di daerah lain, ada KPPS dan pengawas yang meninggal akibat kelelahan saat bertugas pada pleno rekapitulasi suara. “Ini untuk memastikan agar mereka tidak mengalami gangguan kesehatan, termasuk karena kelelahan karena tugas mereka yang padat sampai larut malam serta jarang istirahat," ujar JS.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Mitra dr Helni Ratuliu menjelaskan, selain dilakukan pemeriksaan kesehatan. Pihaknya juga memberikan suplemen kepada para peserta pleno. “Sesuai instruksi kami langsung menurunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi peserta pleno. Tim medis puskesmas telah disiagakan untuk mereka, serta menyiapkan posko di puskesmas untuk tahapan pemilu ini," jelasnya.

123
Kirim Komentar