24 Apr 2019 14:02
Pengamat : Pertarungan Belum Usai, `Abu Kalo Abu`

Nyoblos Ulang, Kesempatan Dongkrak Peringkat

MyPassion
Grafis.(Dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Di tengah pergunjingan siapa yang bakal duduk di rumah rakyat, periode lima tahun ke depan. Dan berdasarkan perolehan sementara dari masing-masing peserta Pemilu, ternyata ada secercah harapan bagi sejumlah Calon Anggota Legislatif (Caleg) di Kota Bunga. Ada “extra time” bagi calon penyambung lidah rakyat, di Dapil I Kota Tomohon lebih khususnya. Bagaimana tidak, esok (25/4) akan ada pemilihan ulang di dua TPS. Kesempatan bagi Caleg untuk meraup dukungan dari proses ini.

KPU Tomohon selaku penyelenggara telah menetapkan hari dan tanggal pelaksanaan PSU. “Lewat Rapat Pleno KPU Tomohon, sebelum pencoblosan ulang, para KPPS akan dibekali dengan Bimtek.  Kami juga mengimbau agar menjaga mereka (KPPS, red) untuk semaksimal mungkin menjaga kondisi fisik sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik,” terang Komisioner KPU Divisi Teknis Robby Golioth.

Meskipun hanya dua TPS yang akan menggelar pemilihan ulang untuk lima surat suara, tentunya hasil PSU nanti sangat dibutuhkan. Lebih-lebih bagi Caleg unggulan (lihat grafis prediksi, red) bisa lebih jemawa jika bertambah dukungannya.

“Ini kesempatan, ibarat pertandingan sepak bola, ada tambahan perpanjangan waktu. Pastinya akan ‘panas’ karena bisa dikatakan, jadi pertarungan ‘hidup mati’ bagi para Caleg yang sangat memiliki kans meraih kursi. Nah, untuk yang lain jangan terlena, jangan sampai terjadi perubahan yang bisa mempengaruhi perolehan sementara total suara partai,” jelas Pengamat Politik Jones Pontoh MM.

Lanjut Akademisi Unima, panasnya Dapil dengan kursi terbanyak ini sangat seksi, sehingga menuntut kerja keras baik bagi peserta maupun penyelenggara. “Dibutuhkan durabilitas performa, karena mayoritas energi telah terkuras pada Pemilu Serentak. Melihat lokasi PSU, memang didominasi beberapa kontestan, namun yang paling berpengaruh yakni perjuangan dan effort di detik akhir. Di sisi lain, ini celah untuk terjadinya money politic besar di sini. Suara para pemilih “extra time” ini, bak air di tengah gurun pasir,” lanjut Magister lulusan UI ini.

Tambahnya lagi, memang yang nampak dari proses sejak kampanye dan menjelang akhir suhu politik di Tomohon relatif dingin. “Tapi ini berbeda, karena sudah memperoleh hasil sementara pasca Rabu(17/4) lalu. Pertarungan super panas dipastikan akan terjadi, para calon harus jeli membaca peta politik jangan sampai blunder di menit akhir. Berujung pada penyesalan lima tahun ke depan,” pungkasnya.(mwa/jul)

Kirim Komentar