24 Apr 2019 10:04

Hindari KDRT, Dekatkan Diri Pada Tuhan

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM--Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) selalu saja ada. Hal tersebut membuat para tokoh agama (toga) Sulut turut angkat bicara.

 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur mengatakan, hal ini terjadi karena banyak yang tidak memahami fungsi dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

"Untuk melangsungkan pernikahan harus matang terlebih dahulu baik secara fisik, materil dan yang paling penting yaitu spiritual,” katanya.

“Walaupun hidup dengan paspasan, tetapi tingkat spiritual atau pengetahuan agama mereka baik, pasti setiap masalah akan dihadapi dengan kesabaran," tambahnya.

Menurut dia, dalam setiap keluarga mempunyai pergumulan hidupnya masing-masing, tidak ada keluarga yang tidak ada pergumulan hidup.

"Kita juga memiliki pengetahuan agama yang tinggi, maka segala sesuatu pasti dihadapi dengan baik, tidak dengan kekerasan. Karena dalam agama selalu mengajarkan hal-hal yang baik," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulut Gembala Yvone Awuy Lantu mengatakan, terjadinya kekerasan karena tidak ada kesepahaman lagi antar sesama anggota keluarga yang diakhiri dengan kekerasan.

"Tentunya sebagai toga harus terus meningkatkan konseling nikah, untuk membekali bagaimana sebetulnya menjadi satu keluarga," tuturnya.

Lantu menambahkan, pernikahan itu suci karena jodoh diatur oleh Tuhan. Untuk itu sebagai umat harus terus mendekatkan diri pada Tuhan, lewat aktif dalam kegiatan keagamaan seperti rajin beribadah dan berdoa.

"Jika suami mencintai istri sebagai dirinya sendiri dan istri tunduk kepada suami, saya kira tidak akan ada persoalan dan tidak akan terjadi kekerasan dalam rumah tangga karena saling mencintai," pungkasnya. (tr-07/ite)

Kirim Komentar