24 Apr 2019 12:39

BPBD Boltim Canangkan Mitigasi Bencana

MyPassion
Elvis Siagian

MANADOPOSTONLINE.COM---Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim berupaya memaksimalkan penanggulangan bencana alam secara dini. Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Boltim Elvis Siagian, kemarin.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan karena Boltim terdiri dari separuh pesisir dan pegunungan. "Keduanya merupakan daerah rawan bencana baik tsunami dan longsor," sebutnya.

Dia mengatakan, BPBD Boltim akan menerapkan tiga program untuk mitigasi bencana. “Hal tersebut dengan melibatkan seluruh elemen pemerintah daerah, dan masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Boltim Yanto Modeong membeber beberapa program yang akan dilakukan. Pertama, penanaman mangrove di kawasan pesisir pantai, sebagai bentuk pencegahan potensi bahaya yang ditimbulkan gejala alam. Salah satunya adalah penanaman kembali vegetasi, baik di daerah rawan tsunami, rawan abrasi dan daerah resapan air bakau. "Untuk jangka panjang khususnya di sepanjang pantai Paret, Kayumoyondi, Tombolikat, Tutuyan dan Togid," jelasnya.

Dia menuturkan saat ini, pihaknya lebih sepakat pemerintah mengedepankan mitigasi ekologis melalui penanaman tanaman pemecah gelombang, seperti tanaman bakau (mangrove). "Kalau di Boltim umumnya desa yang ada di pinggiran pantai, saya lebih condong kombinasi tanaman mangrove dan tanggul," katanya.

Lanjutnya, program kedua yakni, kegiatan penghijauan di area hutan kota seputaran Danau Tutuyan yang ada di kompleks perkantoran Pemkab Boltim. BPBD fokus untuk penanaman pohon kemiri dan kenari. Selain untuk penghijauan, juga bertujuan melestarikan tanaman tersebut. "Selain melestarikan kawasan danau dan hutan kota, kemiri dan kenari juga kita ketahui buahnya berharga tinggi di pasaran. Tentu ada manfaat ekonomi," katanya.

Program ketiga katanya, adalah sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan unsur SKPD di pemerintahan daerah, tokoh masyarakat serta pemuda, dan para siswa/siswi se Kabupaten Boltim. "Jika masyarakat kita sigap dan tanggap bencana, maka akan mengurangi tingkat korban, bahkan warga kita akan bisa menyelematkan warga yang lainnya. Mari jaga kelestarian alam, menjadi masyarakat tangguh bencana. Jika kita jaga alam, maka alam akan jaga kita," tandasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar