23 Apr 2019 15:16

Terjadi di Dua Kecamatan, Bawaslu Minsel Endus Kasus Coblos Dua Kali

MyPassion
Franny Sengkey

MANADOPOSTONLINE.COM—Bawaslu Minsel mengendus sejumlah pelanggaran yang terjadi pasca hari pencoblosan, hingga tahapan perekapan pleno tingkat kecamatan. Hal itu disampaikan Komisioner Bawaslu Minsel Franny Sengkey saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/4).

Yang sangat berpotensi masuk ke ranah hukum pidana, yaitu pelanggaran pencoblosan ganda di dua kecamatan. “Yaitu Tatapaan dan Suluun-Tareran. Itu pelanggaran yang kami temui di lapangan,” beber Franny Sengkey kemarin.

Kejadian terjadi di TPS 2 dan 4 Desa Sulu Kecamatan Tatapaan, dengan dugaan pelaku Stenly alias SW. Sementara lokasi lainnya di TPS 1 Desa Suluun 4, Kecamatan Sultra dan TPS 1 Desa Suluun 3, Kecamatan Sultra, dengan pelaku IR alias Imelda dan ER alias Emi.

Dia mengatakan, untuk kasus coblos ganda di Kecamatan Suluun-Tareran diduga dilakukan oknum PNS. "Untuk pencoblosan ganda di Desa Suluun, Kecamatan Suluun-Tareran, diketahui adalah ibu dan anak yang diduga juga adalah ASN. Jadi kronologisnya, mereka ini ternyata keluar nama di dua TPS yang berbeda. Namun mereka tidak laporkan, tapi secara sengaja gunakan dua undangan ini sehingga mencoblos dua kali. Hal ini juga yang diduga terjadi di Kecamatan Tatapaan yaitu di Desa Sulu," jelas Sengkey.

Terkait hal tersebut, pihaknya saat ini sementara lakukan penelusuran dan memanggil KPPS untuk lakukan investigasi. "Kami akan lakukan investigasi lebih lanjut untuk kasus ini. Dan juga semua sudah disampaikan ke Gakkumdu untuk proses lebih lanjut. Karena secara hukum, pencoblosan dua kali secara sengaja itu sudah pasti kena unsur pidana. Karena sebagai warga negara, kita tidak boleh menggunakan hak pilih lebih dari satu kali,” pungkasnya.(rgm/gnr)

Kirim Komentar