23 Apr 2019 14:59

Orang Ketiga Jadi Dalang, Selang Empat Bulan Perceraian di Tomohon Capai 10 Kasus

MyPassion
Albert Tulus

MANADOPOSTONLINE.COM—Tingkat perceraian di Kota Tomohon tergolong cukup tinggi. Pasalnya, sepanjang Tahun 2018 lalu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Daerah Kota Tomohon merilis 55 Akte Cerai. Angka tersebut naik, jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yakni 46 kasus.

Dikatakan Kepala Disdukcapil Tomohon Albert Tulus, kehadiran orang ketiga jadi penyebab utama perceraian di Kota Bunga. "Tahun lalu secara kumulatif hanya 46 kasus perceraian yang kita tangani. Nah, untuk empat bulan pertama tahun ini. Kita sudah mengeluarkan 10 Akte Cerai,” ungkap dia.

Lanjut dia, peranan penting seluruh elemen jadi jurus jitu menekan membengkaknya angka perceraian. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis dan sifat keterbukaan, perlu guna mencegah terjadinya perceraian. “Tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah melalui dinas terkait. Kalau perlu orang tua juga, bisa mengawasi anak-anaknya yang sudah berumah tangga. Apalagi yang masih di bawah umur, lantas sudah berkeluarga. Lebih beresiko ini,” seru Tulus.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dr Olga Karinda menambahkan, rasa saling percaya dan keterbukaan penting dalam menjaga harmonisnya hubungan suami-istri. “Karena jika tidak, anak-anak nantinya yang jadi korban. Kasihan kan, ini yang harus disadari semua pihak. Kalau ada masalah, usahakan segera diselesaikan, jangan cari pelampiasan. Ini jadi pemicu terjadinya perceraian,” papar Karinda.

Olehnya dirinya berharap pendampingan dari tokoh keagamaan bisa lebih menjangkau masyarakat yang berpotensi untuk bercerai. “Pendeta, pastor dan ustad serta tokoh agama lainnya. Melihat kondisi semua umatnya, ada yang memiliki gelagat perceraian segera didekati,” saran dia. (tr-04/jul)

Kirim Komentar