22 Apr 2019 07:50
Taruhan Nyawa Demi Sukseskan Pemilu

Selamat Jalan Tiga Pahlawan Demokrasi Sulut

MyPassion
Rumah duka anggota KPPS di TPS 03, Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Said Hasan yang meninggal kemarin. (Nofriandi Van Gobel/MP)

Tiga pahlawan demokrasi di Sulut meninggal. Satu Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dua lainnya sebagai anggota. Mereka mengembuskan nafas terakhir, diduga kurang istirahat karena bertugas mengawal pesta demokrasi.

 

Laporan: Nofriandi Van Gobel, Manado

Selang dua hari Sulut berduka. Sejak Sabtu salah satu anggota KPPS meninggal di Melonguane Kabupaten Talaud yaitu Marietta Lalombuida. Kemudian Minggu kemarin, seorang pengajar yang juga menjadi Ketua KPPS di Kecamatan Wenang Feny Assa, harus mengakhiri perjalanan hidupnya.

Pasca bertugas Tanggal 17 April lalu. Kondisi fisik yang belakangan mengalami hipertensi, membuat pria yang berprofesi sebagai Kepala SMK Kristen YPKM Manado ini, akhirnya menghela napas untuk kali terakhir sekira pukul 16.00 WITA.

“Beliau awalnya sempat mendapat perawatan di RS Pancaran Kasih. Akan tetapi, dikatakan dokter yang merawatnya perlengkapan di RS Pancaran Kasih belum memadai sehingga dirujuk ke RSUP Kandou,” ungkap Lexie Kojongian, satu dari kerabat korban.

Masih di hari yang sama, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di TPS 03, Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Said Hasan (56) pun gugur demi mengawal amanah rakyat. “Papa meninggal pada saat di kapal menuju ke Pulau Sanger dalam menjalankan tugas kantor. Sebab, papa juga selain bertugas sebagai KPPS, dirinya juga pegawai Kementerian Agama, sekira Pukul 17:30 WITA papa berpulang,” cerita Nizar Hasan, anak ketiga dari 4 bersaudara.

Lanjut Nizar, belum lama perjalanan kapal yang ditumpangi menelpon memberikan informasi. “Bahwa penumpang atas nama Papa saya mengalami anfal. Pada saat itu juga saya dan mama langsung menjemput, tapi setiba di kapal papa sudah meninggal,” ungkapnya.

12
Kirim Komentar