22 Apr 2019 08:06
NasDem Naik Signifikan

PDI-P Superior, Golkar-Demokrat-Gerindra KO

MyPassion

Golkar diperkirakan hanya mendapat tujuh kursi. Turun dari pileg 2014 lalu yang meraih sembilan kursi. Partai berlambang beringin ini kehilangan satu kursi di Bolmong Raya. Dan jika PDI Perjuangan berhasil mengejar ketertinggalan di dapil Minahasa-Tomohon, maka beringin bisa juga kehilangan satu kursi di sana. Persaingan ketat Golkar menuju gedung cengkih terlihat di dapil Minut-Bitung.

Gerindra pun seperti itu. Kehilangan kursi di Manado, Minut-Bitung, dan Minsel-Mitra. Peluang bertambah kursi terbuka di Bolmong Raya dan Nusa Utara.

Demokrat juga harus mengakui kali ini bukan tahun keberuntungan mereka. Diprediksi Demokrat hanya mampu mengirim wakil dari Minut-Bitung, Manado, dan Minsel-Mitra. Masih ada harapan di Nusa Utara dan Bolmong Raya.

Kemudian untuk DPR RI. PDI Perjuangan pasti meraih tiga kursi. Golkar satu kursi diperebutkan Jerry Sambuaga dan Adrian Paruntu. NasDem pun tampil gemilang. Dua srikandi Hillary Lasut dan Felly Runtuwene bisa jadi wakil Sulut di Senayan. Kursi terakhir belum bisa dipastikan milik siapa. Bisa Demokrat yakni EE Mangindaan, caleg dari PAN Bara Hasibuan atau Amalia Landjar, juga Perindo Hendrik Luntungan, jika lolos PT.

Pengamat politik Sulut Dr Valentino Lumowa menilai perubahan signifikan pada perolehan kursi pileg 2019 dibanding 2014 disebabkan beberapa faktor. Konsolidasi, mobilisasi, dan identifikasi politik yang dipelihara sejak pilkada masih mematrikan residu di setiap pendukung caleg partai besar.

"Rupanya, gerigi roda partai dan konstruksi tim sukses masih sangat signifikan mempengaruhi proses sosialisasi, peningkatan elektabilitas, dan jaminan keterpilihan faktual para caleg. Ini dapat menjadi evaluasi dan rujukan bagi partai lama maupun partai kecil yang tak berhasil meraih kursi," kata dia kepada Manado Post. Namun, dirinya melanjutkan hasil ini jangan dijawab dengan keputusasaan.

Kemudian bagi parpol kecil yang tidak meraih kursi, termasuk partai baru, menurut Lumowa tak boleh menyerah. Menurutnya, platform politik yang sudah diusung masih perlu dipastikan dan dibuktikan caleg-calegnya yang lolos DPRD kabupaten/kota.

"Mereka bisa menjadi pembuktian dan cikal bakal untuk perjuangan di pemilu berikutnya. Lagipula, perjuangan politik sesuai dengan visi dan misi bahkan ideologi partai seharusnya melampaui kegiatan pemilu dan menembus sampai di ranah kepentingan bangsa dan negara. Evaluasi ini lebih banyak bersifat internal. Sedangkan, menyangkut aturan parliamentary threshold, sebagai sebuah aturan, hakikinya dapat senantiasa dikaji," jelasnya.

Ditambahkan pengamat politik Jovano Panelewen menambahkan, hasil pileg ini harus dievaluasi parpol besar yang tersingkir. “Masih ada waktu membenahi diri menuju Pilkada 2020. Konsolidasi harus dilakukan setelah pileg,” tandasnya.(Tim MP/gel)

123
Kirim Komentar