19 Apr 2019 09:01
Raih Suara Signifikan, Wajah Baru di Gedung Cengkih

Suami-Istri-Anak Pejabat Mulus

MyPassion

MANADO—Kerabat kepala daerah bakal mewarnai kursi-kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Data dihimpun, sedikitnya ada 10 orang yang hampir pasti melaju ke Gedung Cengkih (sebutan DPRD Sulut).

Meski wajah baru di DPRD provinsi, para kerabat kepala daerah ini mengantongi suara signifikan. Misalnya saja di dapil Minut-Bitung. Putra Wali Kota Maxmiliaan Lomban, Nick Lomban dipastikan meraih satu kursi. Hingga tadi malam, data yang didapat Koran ini, politikus muda NasDem ini sudah mendapat lebih dari 20.000 suara. Ini hanya di Kota Bitung. Nasib serupa diprediksi akan dirasakan putra Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, Ivan Lumentut.

Selanjutnya istri Bupati Mitra James Sumendap, Djein Rende. Sampai perhitungan tadi malam, suara srikandi yang diusung PDI Perjuangan ini sudah menyentuh 27.000. Dan masih berpeluang bertambah. Kemudian dapil Bolmong Raya, ada istri Bupati Boltim Nursiwin Yunus Dunggio yang maju dari PAN. Suaranya di beberapa kabupaten di BMR 14.000. Ini masih dalam tahap penghitungan.

Selain anak dan istri, ada juga suami kepala daerah ikut bertarung. Dia adalah Toni Supit, dapil Nusa Utara. Diprediksi Ketua PDI Perjuangan Sitaro ini merajai suara di kepulauan. Yang terdiri dari tiga daerah itu. Bersama Supit, di daftar caleg Banteng, nama Fransiscus Andi Silangen juga disebut punya peluang besar. Diketahui Silangen adik dari Sekprov Sulut Edwin Silangen. Tak hanya itu, Andi sapaan akrabnya, istrinya adalah adik dari istri Gubernur Sulut Rita Tamuntuan.

Pun ada beberapa calon yang diketahui punya kedekatan dengan pejabat. Misalnya saja dari Minsel-Mitra ada adik ipar Bupati Minahasa Selatan yang juga Ketua Golkar Sulut Christiany Paruntu, James Arthur Kojongian (JAK). Dia mengklaim jika di dapil Minsel-Mitra sudah mendapat 30.000 suara. Di dapil BMR, adik Wali Kota Tatong Bara, Afian Bara ikut bertarung melalui kendaraan NasDem. Sampai kemarin, Afian mengantongi 15.000 suara lebih. Dan ini baru dari Kotamobagu. Selain itu masih ada nama Sherly Tjanggulung, adik ipar Elly Lasut Bupati Talaud terpilih, juga Johny Panambunan, kakak Bupati Minut Vonnie Panambunan.

Sekretaris PDI Perjuangan Sulut Franky Wongkar mengungkapkan, meski mengusung kerabat pejabat atau kepala daerah, mereka tetap dituntut untuk turun ke masyarakat. “Wajib lakukan sosialisasi. Sekaligus melihat kehidupan masyarakat agar ketika berada di DPRD sudah tahu mau kerja apa,” kata Wongkar, sembari menambahkan, PDI Perjuangan sangat terbuka dengan siapa saja yang ingin bergabung. “Kita juga kan ada sekolah partai. Sebelum dicalonkan harus sekolah dulu,” tandasnya.

Senada disampaikan jurubicara Partai Golkar Feryando Lamaluta. “Meski kerabat pejabat, tetap melewati seleksi,” tukasnya.

Melihat fenomena banyaknya kerabat pejabat yang lolos dengan suara signifikan, pengamat politik Sulut  Jovano Palenewen mengatakan, siapa saja punya hak duduk sebagai calon legislatif untuk bertarung dipanggung politik. Apalagi itu dijamin oleh konstitusi dalam hak setiap warga negara untuk memilih dan dipilih.

"Nah siapa saja yang duduk sebagai legislatif nanti, mereka punya modalitas yang baik. Apakah baik itu kapasitas, intelektual dan moralitas sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik," sebutnya.

Lanjut dia, menyentil kerabat kepala daerah yang ikut bertarung. Menurutnya itu sah-sah saja, jika mereka punya kapasitas dan moralitas yang baik. Sehingga dengan sadar masyarakat memilih mereka untuk menjadi wakil rakyat. “Ini juga jadi keuntungan parpol. Karena mereka sudah pasti bisa meraup suara signifikan,” sebutnya. Dengan hasil perhitungan sementara, di mana para kerabat pejabat ini mendapat suara terbanyak, menurutnya itu tak bisa disangkal lagi. “Masyarakat tentu sudah memberikan suara pada mereka. Kita berharap saat duduk di DPRD provinsi, mereka mampu mempertanggungjawabkan itu melalui tugas-tugas legislator,” tandasnya.

Senada disampaikan pengamat politik Dr Ferry Daud Liando. “Siapapun yang terpilih harus diterima. Karena esensi pemilih itu adalah kedaulatan rakyat. Sehingga siapapun yang dipilih rakyat maka itulah esensi demokrasi sesungguhnya," ungkapnya.(***)

Kirim Komentar