19 Apr 2019 08:53

Kajati Sulut Seriusi Kejahatan Siber

MyPassion
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut M Roskanedi bersama jajarannya usai kegiatan bertajuk ‘Peningkatan Kapasitas Jaksa Dalam Penanganan Barang Bukti/Alat Bukti Elektronik’. (Dok. Penkum)

MANADO—Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut M Roskanedi, menatar para jaksa dalam kegiatan bertajuk ‘Peningkatan Kapasitas Jaksa Dalam Penanganan Barang Bukti/Alat Bukti Elektronik’.

Kegiatan tersebut merupakan Program dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI Tahun 2019. Sebagai bentuk pembekalan teknis kepada para Jaksa untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya terkait penanganan secara teknis barang bukti atau alat bukti elektronik.

Kajati M Roskanedi mengatakan, perkembangan teknologi informasi saat ini justru menjadi ‘pedang bermata dua’. Di satu sisi dapat berdampak positif bagi kemudahan manusia. Namun di sisi lain dapat menimbulkan berbagai ancaman bagi pertahanan negara, terlebih lagi ancaman terorisme global yang saat ini tengah mengancam kedaulatan Indonesia. “Karena bergerak melalaui medium dunia maya menebar ancaman teror  di masyarakat. Misalnya kemungkinan yang tidak kalah menarik pada tahun 2019 adalah operandi skimming ATM dengan teknik yang lebih canggih digunakan penjahat siber,” ungkap kajati.

Mengantisipasi hal ini, jaksa selaku penuntut umum yang berwenang mengajukan alat bukti kejahatan ke depan persidangan, harus mengenali, memahami dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap barang bukti yang diajukan oleh penyidik. “Menyangkut perolehan barang bukti elektronik agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum di persidangan  sebagai alat bukti yang sah dan memperkuat pembuktian,” tandas kajati.

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini dari  Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri tentang Modus Cyber Crime dan cara pengungkapannya. Dr Yudi Kristiana tentang Penanganan perkara tindak pidana umum terkait alat bukti/barang bukti elektronik.

Kemudian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang Aspek Hukum dalam penanganan Alat Bukti/barang bukti elektronik serta Teknis Forensic Digital dalam penanganan barang bukti/barang bukti elektronik.

Kegiatan turut diikuti pejabat struktural dari Kejaksaan Agung RI yaitu Albina Dita Prawitaningsih, selaku koordinator pada Jampidum, Gatot Irianto, selaku Kasubdit Penuntutan, Nur Chusniah, selaku Kasubdit Pra Penuntutan.(gnr)

Kirim Komentar