19 Apr 2019 09:04

Hilangkan Suara Calon Bisa Dipidana

MyPassion
Sigid Tri Hardjanto

MANADO—Tahapan penghitungan suara masih berlanjut. Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto mewanti-wanti semua petugas yang terlibat dalam penghitungan agar bekerja jujur. Salah satunya jangan berani-berani menghilangkan suara para calon.

“Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan,” tutur Kapolda Sigid.

Lanjut Irjen Sigid, TNI-Polri selaku institusi yang bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak tahun 2019. “Apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku. Sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu Serentak Tahun 2019,” tegas jenderal berpangkat bintang dua ini.

“Jika dalam penghitungan itu memang ranahnya KPU dan penindakan melalui panwas, yang terwujud dalam Gakkumdu (penyidik Polri, Kejaksaan, Bawaslu, red),” ungkapnya. “Namun jika menghalangi pelaksanaan pemilihan dan menyebabkan hak seseorang hilang, bisa pidana murni,” tandasnya.

Pakar Hukum Toar Palilingan MH menilai, pelaksanaan Pemilu 2019 di Sulut khususnya hari pemungutan suara berjalan aman dan lancar. Menurutnya itu semua tak lepas dari peran TNI dan Polri dalam mengawal pesta demokrasi.

“Harus diakui semua berjalan lancar, aman dan tertib. Bagaimanapun juga peran dari TNI Polri sangat sigap mengawal proses pelaksanaan hari pencoblosan. Sampai dengan tadi juga masih berlangsung proses perhitungan di TPS, dan itu tidak ada gangguan sama sekali,” tuturnya.

Ia juga menilai tingkat partisipasi masyarakat yang datang ke TPS untuk memilih cukup tinggi. “Ini karena baru pertama kali Pemilu dilaksanakan secara bersamaan, pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Orang banyak yang tertarik, ini juga antara lain yang ikut merangsang tingkat partisipasi pemilih di Sulut cukup tinggi. Takut jagoannya kalah, masing-masing berlomba-lomba menuju TPS,” ujarnya.

Palilingan juga mengajak masyarakat agar turut mengawal proses rekapitulasi perhitungan sampai akhir perhitungan. Selain itu ia meminta masyarakat juga membantu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Menjadi kewajiban kita juga untuk menjaga lewat peran kita masing-masing terutama di media sosial untuk menjadi filter. Jangan memprovokasi, jangan meneruskan berita hoax, berita yang tak jelas, tentunya kita wajib bersama menciptakan kondisi aman dan nyaman,” ucapnya.

Karena menurutnya seseorang yang ikut memprovokasi menimbulkan keributan di tengah masyarakat, dapat dikenai sanksi hukum. “Jadi kewajiban kita, minimal kita memfilter berita-berita,” tandasnya.(gnr)

Kirim Komentar