19 Apr 2019 17:45

Direktur Charta Politika Diancam Agar Tak Rilis Quick Count

MyPassion
Yunarto Wijaya

JAKARTA—Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya, mendapat beragam ancaman terkait quick count atau hitung cepat Pemilu 2019 via telepon maupun WhatsApp. Ancaman itu mendesak Yunarto lewat Charta Politika tidak mengeluarkan hasil quick count pihaknya.

Yunarto mengatakan ancaman-ancaman itu ia dapat sejak lembaga pimpinannya itu mengeluarkan survei Pilpres 2019. Menurut Yunarto, para pengancam besar kemungkinan terprovokasi narasi-narasi para elite yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap hasil quick count.

"Ya, kalau ke saya pribadi ada ancaman-ancaman yang datang. Mereka mengancam supaya tidak mengeluarkan hasil survei dan juga hitung cepat. Sepertinya mereka terprovokasi oleh elit-elit tertentu," kata Yunarto seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (19/4).

Selain ancaman telepon dan WhatsApp, Yunarto mengaku dia juga menjadi korban pencatutan nama. Dia pun sudah melaporkan ke polisi. 

"Jadi ada screen capture percakapan yang seolah-olah itu atas nama saya. Itu saya sudah buat laporannya (ke polisi) beberapa hari lalu setelah hasil quick count keluar," ucap Yunarto.

Yunarto juga memaparkan keluhannya itu melalui akun Twitternya. Ia mengatakan telah mencatat semua nomor telepon yang mengancamnya.

Dia juga menuturkan telah menangkap layar isi pesan-pesan WhatsApp yang berisi ancaman.

Sekadar diketahui Charta Politika merupakan satu dari enam lembaga yang mengeluarkan hasil hitung cepat Pemilu 2019 dan dilaporkan ke polisi oleh Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks (KAMAKH).

Selain Charta Politika, ada Indo Barometer, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Poltracking, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), serta Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Kuasa Hukum KAMAKH Pitra Romadoni mengatakan laporan itu dilakukan karena enam lembaga survei tersebut menampilkan hasil survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Padahal, menurut dia, berdasarkan data dari ribuan TPS justru pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menang.(cnn)

Kirim Komentar