18 Apr 2019 08:52
Kejar Produksi 100 Ton Varian Produk

Maksimalkan Klaster Kelapa Sulut

MyPassion
Tim Ditjen Kemenristek Diktin dan Unsrat mengunjungi kluster kelapa di Kabupaten Minsel, baru-baru ini. Dok Unsrat.

MANADOPOSTONLINE.COM—Sektor pertanian jadi primadona penyumbang pundi-pundi penerimaan daerah. Selain itu, menjadi kontributor juga dalam menyumbang angka pertumbuhan ekonomi di Sulut. 

 

Pun dengan serapan tenaga kerja di bidang ini, mampu dominan hingga 20,95 persen. Jauh mengungguli sektor perdagangan yang berada di peringkat ketiga. Dan gabungan sektor lainnya di urutan kedua.

Sulawesi Utara besar bergantung pada perkebunan kelapa. Produk yang paling diminati pasar internasional  yakni, Crude Coconut Oil (CCO). Meski kelangsungan produk ini, terkontraksi besar di akhir-akhir ini. Bahkan,  dari catatan Bank Indonesia Provinsi Sulut, kontraksi yang dialami sektor unggulan ini hingga 33,7 persen.

Olehnya, pengembangan dan inovasi klaster perkebunan kelapa. Wajib dilakukan guna mengangkat derajat para petani kelapa di Sulut.

Kepala Subdirektorat Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristek Dikti Eka Gandara menjelaskan, pasca melakukan kunjungan di Kabupaten Minahasa Selatan. Pihaknya melihat potensi perkebunan kelapa sangat menjanjikan.

“Sulut punya 2107 hektare luas perkebunan kelapanya. Dan mampu menghasilkan 225 ribu ton tiap tahunnya. Begitupun dengan komoditas ini menyumbangkan nilai ekspor yang tidak sedikit. Harus dimaksimalkan memang,” ungkapnya.

12
Kirim Komentar